Bocah 5 Tahun yang Hanyut di Ciamis Ditemukan Meninggal Dunia di Aliran Sungai Citanduy
Baca dalam 60 detik
- Tim SAR gabungan berhasil menemukan Arkenan, bocah lima tahun yang hilang hanyut di Ciamis, dalam keadaan meninggal dunia pada Jumat pagi.
- Jasad korban ditemukan di aliran sungai Leuwi Cariang (DAS Citanduy) yang berjarak sekitar 1,6 kilometer dari lokasi awal ia dilaporkan hilang.
- Korban sebelumnya dilaporkan hilang terbawa arus selokan perumahan yang bermuara ke Sungai Citanduy pada hari Selasa sore.

Kabar duka datang dari Kabupaten Ciamis. Upaya pencarian terhadap seorang anak berusia lima tahun bernama Arkenan yang dilaporkan hanyut akhirnya membuahkan hasil, namun dengan akhir yang memilukan. Melansir laporan Kompas.com pada 13 Maret 2026, Tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada hari Jumat pagi, sekitar pukul 09.15 WIB.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menyampaikan bahwa jasad bocah malang tersebut ditemukan di kawasan Leuwi Cariang, Kelurahan Benteng, yang masih merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Citanduy. Lokasi penemuan ini berjarak sekitar 1,6 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang di Perumahan Lembah Medina pada Selasa (10/3/2026) sore.
Operasi pencarian di hari ketiga ini melibatkan berbagai unsur yang tergabung dalam Tim SAR gabungan:
- Pengerahan Empat Tim (SRU): Operasi yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU), yang menyisir area hulu Sungai Citanduy secara bersamaan menggunakan perahu karet dan penyisiran darat.
- Sinergi Lintas Instansi: Tim gabungan ini terdiri dari personel BPBD, Basarnas, Tagana, unsur TNI/Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), RAPI, serta dibantu oleh relawan masyarakat setempat.
- Identifikasi Korban: Setelah dievakuasi menggunakan perahu ke Dermaga Bulak Biru, jenazah dibawa ke RSUD menggunakan ambulans PMI. Pihak berwenang secara resmi mengonfirmasi identitas korban sebagai Arkenan pada pukul 11.15 WIB.
Peristiwa nahas ini bermula ketika korban diduga terbawa arus selokan di sekitar kompleks perumahannya saat sedang bermain air. Arus selokan tersebut diketahui mengarah langsung ke Sungai Ciluncat yang bermuara di Sungai Citanduy. Kejadian ini menjadi pengingat pilu bagi para orang tua untuk selalu meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di dekat saluran air atau sungai ketika curah hujan dan debit air sedang tinggi.
"Tragedi ini menjadi duka mendalam bagi keluarga dan peringatan bagi kita semua akan pentingnya pengawasan ekstra terhadap anak di area rawan bencana dan aliran air."



