Hilang 4 Hari, Pria di Sukabumi Ditemukan Meninggal di Kebun Karet
Baca dalam 60 detik
- Pria 65 tahun di Cikembar, Sukabumi ditemukan tewas di kebun karet setelah hilang 4 hari (Maret 2026).
- Jasad ditemukan pertama kali oleh penyadap karet setempat.
- Korban diduga meninggal karena sakit (riwayat jantung) dan tidak ditemukan tanda kekerasan.

Sebuah peristiwa memilukan terjadi di wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Berdasarkan laporan dari Kompas.com per Kamis (12/3/2026), seorang pria berinisial U (65) yang sempat dinyatakan hilang selama empat hari akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasad korban ditemukan di area perkebunan karet milik warga di Kampung Pal 15, Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar.
Penemuan jasad ini bermula saat seorang saksi yang tengah menyadap karet mencium aroma tidak sedap dan melihat sesosok tubuh tergeletak di bawah pohon. Di tahun 2026, di mana koordinasi cepat antar warga dan petugas semakin gahar, saksi langsung melaporkan temuan tersebut kepada aparat setempat. Korban yang merupakan warga Kampung Parakanlima tersebut sebelumnya telah dicari oleh pihak keluarga dan tim SAR lokal namun tidak membuahkan hasil hingga ditemukan oleh penyadap karet tersebut.
Berikut adalah rincian dari kejadian penemuan jasad di Cikembar:
- Identitas Korban: Pria berinisial U, usia 65 tahun, warga Desa Cikembar yang dikenal memiliki riwayat penyakit jantung.
- Lokasi Kejadian: Blok Perkebunan Karet Kampung Pal 15, sebuah area yang cukup rimbun namun sering diakses oleh penyadap.
- Hasil Pemeriksaan Awal: Tim medis dan kepolisian tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau luka akibat senjata tajam pada tubuh korban.
- Penyebab Kematian: Diduga kuat korban meninggal akibat penyakit jantung yang dideritanya saat sedang beraktivitas di sekitar perkebunan.
Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi lebih lanjut. Penanganan cepat oleh Polsek Cikembar dan unsur Forkopimcam memastikan proses evakuasi berjalan lancar di tengah suasana duka. Kejadian ini menjadi pengingat gahar bagi masyarakat, terutama bagi lansia yang memiliki riwayat penyakit kronis, untuk selalu dalam pengawasan atau memberikan kabar saat bepergian ke area perkebunan yang sepi.
"Kehilangan adalah luka yang dalam, namun menemukan kepastian adalah awal dari sebuah keikhlasan."



