Tragedi Rombongan Penjenguk: Mobil Pikap Berisi 29 Orang Terguling di Kulon Progo, 3 Meninggal
Baca dalam 60 detik
- Pikap pengangkut 29 orang terguling di Kulon Progo saat hendak menjenguk tetangga.
- Kelebihan muatan dan medan jalan diduga menjadi penyebab kecelakaan tunggal ini.
- Sejumlah korban dilaporkan mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke rumah sakit.

Tragedi Rombongan Penjenguk: Mobil Pikap Berisi 29 Orang Terguling di Kulon Progo
Niat baik rombongan warga untuk menjenguk tetangga yang sakit berakhir dengan duka mendalam. Berdasarkan laporan dari Kompas.com pada Senin (9/3/2026) malam, sebuah mobil pikap yang mengangkut 29 orang mengalami kecelakaan tunggal dan terguling di wilayah Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Insiden tragis ini terjadi saat kendaraan bak terbuka tersebut melintasi jalur yang cukup ekstrem. Kelebihan muatan diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan pengemudi kehilangan kendali atas kendaraannya. Puluhan penumpang yang berada di bak belakang terlempar saat mobil terbalik, mengakibatkan sejumlah korban mengalami luka serius hingga kritis.
DATA KECELAKAAN PIKAP KULON PROGO (MARET 2026)
| Detail Kejadian | Informasi Lapangan |
|---|---|
| Lokasi (TKP) | Jalanan menanjak/menurun di wilayah Kulon Progo, DIY. |
| Kapasitas | Mengangkut 29 orang penumpang di dalam satu unit mobil pikap. |
| Penyebab Diduga | Kelebihan muatan (*overload*) dan kondisi medan jalan yang sulit. |
Petugas kepolisian dan tim medis segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi para korban ke rumah sakit terdekat. Kejadian ini kembali menjadi pengingat keras mengenai bahaya penggunaan mobil bak terbuka untuk mengangkut penumpang, yang secara hukum dilarang karena tingkat risiko keselamatannya yang sangat rendah, terutama saat membawa muatan melebihi kapasitas.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan dan memeriksa kelayakan kendaraan tersebut. Masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan angkutan barang bagi mobilitas orang guna mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang sepanjang tahun 2026 ini.



