Lin Chun-yi Guncang All England Open: Singkirkan Vitidsarn untuk Hadapi Lakshya Sen di Final
Baca dalam 60 detik
- Giant Killer: Lin Chun-yi (Taiwan) menciptakan kejutan besar dengan mengeliminasi unggulan kedua, Kunlavut Vitidsarn, melalui rubber game yang intens.
- New Gen Final: Lakshya Sen (India) mengamankan tiket final setelah mengatasi perlawanan sengit wakil Kanada, Victor Lai, memastikan duel underdog di partai puncak.
- Dominasi Big Four: Sektor tunggal putri tetap dikuasai para raksasa, di mana An Se-young, Chen Yufei, Akane Yamaguchi, dan Wang Zhiyi mengunci slot semifinal.

Kejutan besar mewarnai babak semifinal All England Open saat tunggal putra Taiwan, Lin Chun-yi, berhasil menumbangkan juara dunia sekaligus unggulan kedua asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn. Kemenangan ini mengantarkan Lin menuju partai final prestisius untuk menghadapi bintang muda India, Lakshya Sen, dalam duel yang diprediksi akan mengubah peta persaingan tunggal putra global.
Pertandingan antara Lin Chun-yi dan Kunlavut Vitidsarn berlangsung dengan intensitas tinggi sejak gim pertama. Lin tampil dominan dengan serangan tajam yang menyulitkan pertahanan solid Vitidsarn, menutup set pembuka dengan skor 21-14. Meskipun Vitidsarn sempat bangkit dan mencuri gim kedua, Lin menunjukkan ketenangan luar biasa pada momen krusial di gim penentu untuk mengunci kemenangan 21-16. Hasil ini menandai pergeseran tren di mana pemain non-unggulan mampu merusak dominasi *top seeded* di turnamen level Super 1000.
- Skor Akhir Lin vs Vitidsarn: 21-14, 18-21, 21-16.
- Durasi Fisik: Intensitas rally panjang menjadi faktor penentu kelelahan Vitidsarn di set ketiga.
- Lawan Final: Lakshya Sen (India) yang menang atas Victor Lai (Kanada) dengan skor 21-16, 18-21, 21-15.
- Sektor Mixed Doubles: Pasangan Taiwan Ye/Chan akan berhadapan dengan wakil Prancis Gicquel/Delrue di laga final.
Di sisi lain, bagan tunggal putri menunjukkan kontras yang tajam. Berbeda dengan sektor putra yang penuh kejutan, sektor putri tetap menjadi panggung bagi para "Heavyweights". Nama-nama besar seperti An Se-young (Korea Selatan), Chen Yufei (China), Akane Yamaguchi (Jepang), dan Wang Zhiyi (China) sukses melaju tanpa hambatan berarti. Hal ini menegaskan adanya gap kualitas yang masih cukup lebar antara pemain papan atas dunia dengan para penantang baru di kategori putri.
| Kategori | Finalis / Semifinalis Utama | Status |
|---|---|---|
| MS (Tunggal Putra) | Lin Chun-yi vs Lakshya Sen | Final Confirmed |
| WS (Tunggal Putri) | An Se-young, Akane Yamaguchi | Semifinal Stage |
| XD (Ganda Campuran) | Ye/Chan vs Gicquel/Delrue | Final Confirmed |
Ke depan, duel antara Lin Chun-yi dan Lakshya Sen akan menjadi indikator penting bagi transisi generasi di sektor tunggal putra. Siapa pun yang memenangkan gelar ini akan mendapatkan suntikan poin signifikan untuk peringkat BWF menjelang kualifikasi turnamen mayor lainnya. Sementara di tunggal putri, konsistensi An Se-young akan diuji kembali oleh dominasi pemain China dan Jepang yang terus menempel ketat di posisi puncak.



