Kementerian Perdagangan China (MOFCOM) pada hari Sabtu (7/3) merilis peringatan keras mengenai potensi kembalinya krisis rantai pasok semikonduktor global. Hal ini dipicu oleh "konflik baru" yang melibatkan produsen chip asal Belanda, Nexperia, dengan unit usahanya di China, yang mengancam stabilitas produksi industri otomotif internasional mengingat peran krusial chip Nexperia dalam sistem elektronik kendaraan modern.
Perselisihan ini berakar dari keputusan pemerintah Belanda pada Oktober lalu yang menyita perusahaan dari induk usaha asalnya di China, Wingtech. Langkah tersebut sempat memicu aksi balasan berupa kontrol ekspor dari Beijing. Meskipun sempat mereda melalui jalur diplomasi, situasi kini memburuk setelah kantor pusat Nexperia di Belanda dilaporkan memutus akses akun kantor seluruh staf di China, sebuah tindakan yang disebut Beijing sebagai sabotase operasional yang dapat mengganggu *assembly* dan *testing* di Guangdong.
Data Kunci & Fakta Penting:
- Sektor Terdampak: Industri otomotif global, khususnya sistem kontrol elektronik kendaraan.
- Pemicu Utama: Pemutusan akses IT karyawan China oleh pusat (Belanda) dan penghentian pasokan wafer.
- Status Perusahaan: Subsidiari China mendeklarasikan independensi dari induk Belanda sejak September.
- Keterlibatan Hukum: Pengalihan saham Wingtech ke kurator Belanda melalui pengadilan Amsterdam.
Pihak Nexperia Belanda tidak menampik adanya tindakan terhadap sistem IT mereka, namun membantah bahwa hal tersebut melumpuhkan produksi di fasilitas Guangdong. Sebaliknya, entitas di China menuduh Den Haag gagal mendorong kompromi dan justru memperkeruh suasana dengan mendukung penghapusan kontrol Wingtech. Kebuntuan ini memaksa pabrik-pabrik di China beroperasi dalam kondisi terbatas tanpa dukungan teknis dan material dari pusat.
| Pihak Terlibat | Posisi Strategis | Tuntutan Utama |
|---|---|---|
| Nexperia Belanda | Pusat Inovasi & Suplai Wafer | Penghapusan total kendali Wingtech (China). |
| Subsidiari China | Pusat Perakitan & Pengujian | Restorasi kendali operasional dan akses teknologi. |
| Pemerintah China | Regulator & Proteksi Industri | Kelancaran negosiasi B-to-B tanpa intervensi politik Belanda. |
Melihat ke depan, eskalasi ini berpotensi memicu gelombang proteksionisme baru di sektor teknologi tinggi. Jika negosiasi antara Beijing dan Den Haag tetap menemui jalan buntu, para pelaku industri otomotif kemungkinan besar akan melakukan *rescheduling* produksi atau mencari alternatif pemasok di luar ekosistem Nexperia. Dampak jangka panjangnya, konflik ini akan mempercepat fragmentasi industri chip global, di mana China akan semakin agresif mendorong kemandirian semikonduktor untuk memitigasi risiko embargo dari negara-negara Barat.




