Duka dari Tabanan: Banjir Bandang Menelan Korban Jiwa, Ibu dan Dua Anak Masih Hilang
Baca dalam 60 detik
- Banjir bandang di Tabanan menyebabkan satu warga tewas dan tiga lainnya (ibu dan dua anak) hilang.
- Intensitas hujan tinggi memicu luapan sungai yang menghantam pemukiman warga secara tiba-tiba.
- Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian intensif di tengah medan yang sulit akibat tumpukan material banjir.

Duka dari Tabanan: Banjir Bandang Menelan Korban Jiwa, Ibu dan Dua Anak Masih Hilang
Bencana banjir bandang yang menerjang wilayah Tabanan, Bali, menyisakan duka mendalam bagi warga setempat. Berdasarkan laporan Kompas.com, musibah ini mengakibatkan satu orang warga tewas setelah terseret arus deras, sementara satu orang ibu beserta dua anaknya dilaporkan masih hilang.
Hujan dengan intensitas sangat tinggi memicu luapan air sungai yang secara tiba-tiba menghantam pemukiman warga di dataran rendah. Upaya evakuasi dilakukan di tengah kondisi cuaca yang masih ekstrem, dengan fokus utama pada pencarian satu keluarga yang hingga kini belum ditemukan keberadaannya.
UPDATE KORBAN & DAMPAK BANJIR (7 MARET 2026)
| Status Korban | Detail Informasi |
|---|---|
| Meninggal Dunia | 1 orang laki-laki dewasa, ditemukan beberapa kilometer dari lokasi kejadian. |
| Dalam Pencarian | Seorang ibu dan 2 orang anak kecil (diduga satu keluarga). |
| Kerusakan Material | Beberapa rumah warga dan fasilitas umum mengalami kerusakan parah akibat material banjir. |
Tim BPBD Tabanan bersama Basarnas dan relawan setempat terus menyisir area sepanjang aliran sungai. Namun, tumpukan material lumpur, batang pohon, dan puing bangunan menjadi hambatan utama dalam proses pencarian korban yang hilang. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
Pemerintah daerah setempat telah menetapkan status tanggap darurat dan mendirikan posko pengungsian bagi warga yang terdampak. Bantuan logistik mulai didistribusikan, sementara koordinasi dengan instansi terkait terus diperkuat untuk mempercepat pemulihan infrastruktur yang lumpuh akibat bencana ini.



