Persiapan Nyepi 2026: Gubernur Bali Kerahkan 11 Ribu Pecalang untuk Jamin Keamanan dan Kekhusyukan
Baca dalam 60 detik
- Gubernur Bali menyiagakan 11.000 Pecalang untuk menjaga keamanan Hari Raya Nyepi 2026.
- Tugas utama personel meliputi pengamanan pawai Ogoh-ogoh dan memastikan kepatuhan terhadap Catur Brata Penyepian.
- Sinergi antara adat dan kepolisian dikedepankan guna menjamin kekhusyukan umat Hindu dalam beribadah.

Persiapan Nyepi 2026: Gubernur Bali Kerahkan 11 Ribu Pecalang untuk Jamin Keamanan dan Kekhusyukan
Gubernur Bali secara resmi mengumpulkan sekitar 11.000 Pecalang dari seluruh desa adat di Bali guna mengamankan jalannya perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948. Berdasarkan laporan ANTARA News, koordinasi massal ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan Catur Brata Penyepian berjalan khidmat dan tertib.
Pecalang, sebagai satuan pengamanan tradisional Bali, akan memegang peranan krusial dalam menjaga kondusivitas wilayah, mulai dari pengamanan ritual Pengerupukan hingga menjaga keheningan total saat hari H Nyepi. Gubernur menekankan pentingnya sinergi antara Pecalang dan pihak kepolisian demi kenyamanan seluruh masyarakat dan wisatawan.
DETIL PENGAMANAN NYEPI BALI (MARET 2026)
| Aspek Operasional | Informasi Strategis |
|---|---|
| Jumlah Personel | Β± 11.000 Pecalang yang tersebar di 1.493 Desa Adat. |
| Fokus Utama | Patroli lingkungan, pengaturan lalu lintas saat pawai Ogoh-ogoh, dan pengawasan Catur Brata. |
| Ketentuan Layanan | Layanan internet seluler dan ATM dinonaktifkan sementara (kecuali layanan vital/rumah sakit). |
Dalam arahannya, Gubernur mengingatkan para Pecalang untuk bertindak humanis namun tetap tegas dalam menegakkan aturan adat. Hal ini penting untuk menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata budaya yang tetap memegang teguh tradisi leluhur di tengah arus modernitas.
Masyarakat luas, termasuk wisatawan mancanegara dan domestik, diharapkan dapat menghormati aturan yang berlaku selama 24 jam penuh saat Nyepi. Kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tokoh adat ini diharapkan menjadikan perayaan Nyepi tahun 2026 ini sebagai momen refleksi diri yang damai bagi seluruh penghuni pulau Dewata.



