Waka MPR Minta Publik Tenang Soal Stok BBM: Pasokan Timur Tengah Hanya 20 Persen
Baca dalam 60 detik
- Wakil Ketua MPR meminta publik tetap tenang soal pasokan BBM karena ketergantungan impor dari Timur Tengah hanya 20%.
- Stok BBM nasional dipastikan dalam level aman berkat strategi diversifikasi pemasok.
- Masyarakat diminta menghindari panic buying yang bisa mengganggu distribusi lokal.

Waka MPR Minta Publik Tenang Soal Stok BBM: Pasokan Timur Tengah Hanya 20 Persen
Wakil Ketua MPR RI meminta masyarakat Indonesia untuk tidak panik menghadapi isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) akibat eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah. Berdasarkan laporan detikcom, pemerintah memastikan bahwa ketahanan energi nasional masih berada dalam level aman.
Dalam keterangannya, pimpinan MPR tersebut menjelaskan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah saat ini hanya berkisar di angka 20 persen. Sebagian besar pasokan energi nasional telah didiversifikasi dari sumber domestik dan mitra dagang di kawasan lain.
STATISTIK KETAHANAN ENERGI NASIONAL (MARET 2026)
| Sumber Pasokan | Kontribusi & Status Keamanan |
|---|---|
| Impor Timur Tengah | Menyumbang sekitar 20% dari total kebutuhan; terdampak risiko geopolitik namun terkendali. |
| Pasokan Domestik | Optimalisasi produksi hulu migas nasional menjadi prioritas utama mitigasi. |
| Cadangan Nasional | Stok BBM Pertamina dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 20-30 hari ke depan. |
Pemerintah juga menghimbau agar masyarakat tidak melakukan tindakan panic buying yang justru dapat memicu gangguan distribusi di lapangan. Upaya diplomasi energi terus dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan energi bagi industri maupun rumah tangga tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.
Strategi diversifikasi energi melalui pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dan peningkatan penggunaan bahan bakar nabati juga ditekankan sebagai langkah jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada fluktuasi pasar minyak dunia. MPR mendorong pengawasan ketat terhadap distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran selama periode krusial ini.



