Ancaman Siber Global: Peretas Negara Tiongkok Incar Perusahaan Telekomunikasi dengan Toolkit Malware Baru
Baca dalam 60 detik
- Kelompok peretas UAT-9244 asal Tiongkok menyerang penyedia telekomunikasi menggunakan malware baru: TernDoor, PeerTime, dan BruteEntry.
- Malware PeerTime menggunakan protokol BitTorrent untuk komunikasi C2, sebuah teknik cerdas untuk menghindari deteksi keamanan firewall.
- Serangan ini bertujuan untuk menguasai infrastruktur jaringan guna melakukan spionase jangka panjang dan pencurian data sensitif.

Ancaman Siber Global: Peretas Negara Tiongkok Incar Perusahaan Telekomunikasi dengan Toolkit Malware Baru
Kelompok peretas tingkat tinggi yang didukung negara Tiongkok, yang dilacak sebagai UAT-9244, dilaporkan telah melancarkan kampanye spionase siber besar-besaran terhadap penyedia layanan telekomunikasi. Laporan dari Cisco Talos yang diterbitkan oleh BleepingComputer mengungkapkan bahwa kelompok ini menggunakan perangkat lunak berbahaya (malware) generasi terbaru yang dirancang untuk menyusup ke perangkat jaringan, sistem Windows, dan Linux.
Serangan ini menonjol karena penggunaan toolkit yang sangat canggih dan belum terdokumentasi sebelumnya, yang memungkinkan peretas untuk tetap tersembunyi dalam jaringan target selama berbulan-bulan. Dengan menguasai infrastruktur telekomunikasi, aktor ancaman ini berpotensi memantau lalu lintas data sensitif, mencuri informasi intelijen, dan melakukan pengintaian terhadap target strategis di berbagai wilayah.
๐ TOOLKIT MALWARE BARU UAT-9244:
Peneliti keamanan mencatat bahwa UAT-9244 memiliki hubungan erat dengan kelompok peretas terkenal lainnya seperti FamousSparrow dan Tropic Trooper. Kehadiran string debug dalam bahasa Mandarin yang disederhanakan dalam kode biner mereka menjadi indikator kuat mengenai asal-usul serangan ini. Fokus utama mereka adalah pada perangkat network-edge dan sistem tertanam (embedded systems) yang seringkali kurang dipantau dibandingkan peladen utama.
Insiden ini menegaskan kembali bahwa sektor telekomunikasi tetap menjadi target prioritas dalam perang informasi global. Para pengelola jaringan disarankan untuk segera memperbarui sistem keamanan mereka dan memantau aktivitas protokol yang tidak biasa, seperti penggunaan P2P di dalam lingkungan data center. Keamanan infrastruktur kritis kini bukan lagi sekadar masalah teknis, melainkan komponen vital dari kedaulatan digital sebuah negara di tahun 2026.
Senior Editor & Strategic Analyst โข p3mbelahlaut



