Amerika Serikat melalui Central Intelligence Agency (CIA) dikabarkan tengah menjajaki kemungkinan untuk mempersenjatai pasukan oposisi Kurdi guna mengobarkan pemberontakan bersenjata di wilayah kedaulatan Iran. Langkah drastis ini muncul sebagai bagian dari strategi perang terbuka antara blok AS-Israel melawan Teheran, yang bertujuan untuk memaksa militer Iran membagi fokus pertahanan mereka ke sektor domestik.
Negosiasi ini melibatkan tokoh-tokoh kunci, termasuk Mustafa Hijri dari Partai Demokratik Kurdistan Iran (KDPI) serta pemimpin Kurdi Irak seperti Masoud Barzani dan Bafel Talabani. Meskipun tujuan utamanya adalah menciptakan tekanan internal bagi rezim Iran, banyak pihak menilai strategi ini sangat rawan karena rekam jejak Washington yang sering kali meninggalkan sekutu lokalnya setelah tujuan jangka pendek tercapai.
Data Kunci Strategi "Regime Change":
- Tujuan Operasional: Menguasai wilayah Utara Iran dan menciptakan zona penyangga keamanan bagi Israel.
- Mitra Utama: Kelompok Kurdi di perbatasan Iran-Irak yang memiliki sejarah panjang konflik dengan Teheran.
- Lobi Regional: PM Israel Benjamin Netanyahu disebut telah mendorong aliansi AS-Kurdi ini selama berbulan-bulan.
- Dampak Sampingan: Potensi kemarahan dari Turkiye, Suriah, dan Irak yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap isu separatisme Kurdi.
Secara historis, penggunaan kelompok pemberontak oleh CIA untuk mendestabilisasi pemerintahan yang vokal terhadap kebijakan luar negeri AS bukanlah hal baru. Mulai dari Afghanistan pada akhir 1970-an hingga Indonesia pada akhir 1960-an, pola intervensi ini selalu mengikuti ritme yang sama. Namun, di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah saat ini, memicu konflik etnis di dalam Iran dianggap sebagai "langkah buruk" yang belum memiliki rencana cadangan jika situasi berubah menjadi kekacauan total.
| Negara | Era | Kelompok yang Didukung / Target |
|---|---|---|
| Afghanistan | 1970-an - 80-an | Mujahidin (Melawan Uni Soviet) |
| Nicaragua | 1980-an | Contra (Melawan Sandinista) |
| Suriah | 2010-an | SDF/YPG (Melawan ISIL & Rezim Assad) |
| Iran (Target 2026) | Maret 2026 | KDPI/Oposisi Kurdi (Melawan IRGC) |
Secara forward-looking, keberhasilan atau kegagalan rencana ini akan sangat bergantung pada seberapa jauh kelompok Kurdi bersedia menaruh kepercayaan pada janji-janji Washington. Jika pemberontakan ini meletus, kawasan akan menghadapi krisis kemanusiaan baru, sementara Iran diprediksi akan melakukan pembalasan keras tidak hanya terhadap etnis minoritas di dalam negerinya, tetapi juga terhadap aset-aset AS di negara-negara teluk tetangga.




