Acara promosi Red Bull Racing di San Francisco berubah menjadi momen mencekam ketika mobil Formula 1 yang dikendarai Yuki Tsunoda tiba-tiba terbakar. Insiden yang terekam jelas oleh kamera penggemar ini menunjukkan api berkobar dari kap mesin belakang saat mobil melakukan manuver atraktif di depan ribuan penonton.
Meskipun mobil yang digunakan adalah model lawas (RB7 bermesin V8), insiden ini terjadi di saat yang sensitif bagi Red Bull. Publik dengan cepat mengaitkan masalah pendinginan ini dengan kekhawatiran teknis yang sedang dihadapi tim untuk mesin 2026 mereka. Namun, perwakilan tim segera mengklarifikasi bahwa insiden tersebut murni disebabkan oleh kurangnya aliran udara saat mobil diam melakukan burnout, yang merupakan risiko umum dalam acara showrun jalan raya.
Kronologi Kejadian:
- Lokasi: Embarcadero, San Francisco (Dekat Jembatan Bay).
- Penyebab: Suhu oli meningkat drastis akibat manuver statis yang berulang tanpa aliran udara pendingin yang cukup.
- Kondisi Tsunoda: Aman dan sempat melambaikan tangan kepada penonton untuk menenangkan situasi sebelum dievakuasi.
Bagi Yuki Tsunoda, insiden ini menambah "warna" dalam perjalanannya bersama keluarga Red Bull. Meskipun menegangkan, ia tetap profesional dan melanjutkan sesi tanda tangan setelah api berhasil dipadamkan. Red Bull Racing menyatakan akan melakukan investigasi teknis mendalam terhadap sasis tersebut untuk memastikan keamanan pada acara demonstrasi berikutnya di lokasi lain.
Secara pemasaran, insiden ini justru mendongkrak jumlah penayangan video promosi Red Bull di platform digital, membuktikan pepatah bahwa "tidak ada publisitas yang buruk". Namun, bagi para insinyur di Milton Keynes, pemandangan mobil Red Bull yang terbakar tetaplah sesuatu yang ingin mereka hindari, terutama saat mereka bersiap menghadapi mata dunia di Melbourne bulan depan.




