Felix Rosenqvist Menangi Indianapolis 500 dengan Selisih Terkecil dalam Sejarah
Baca dalam 60 detik
- Felix Rosenqvist mengalahkan David Malukas dengan margin 0,0233 detik, memecahkan rekor finis terketat Indianapolis 500.
- Balapan diwarnai 70 kali pergantian pimpinan, bendera merah akibat kebakaran mobil, serta adu sprint satu lap yang dramatis.
- Katherine Legge gagal menyelesaikan misi 'Double Duty' setelah terlibat insiden dan finis terakhir di Indy500.

Pembalap Swedia Felix Rosenqvist berhasil memenangkan Indianapolis 500 ke-110 dengan selisih waktu hanya 0,0233 detik atas David Malukas, menjadikannya finis terdekat dalam sejarah ajang balap legendaris tersebut. Kemenangan ini merupakan yang kedua bagi Rosenqvist di IndyCar Series setelah sukses pertamanya pada 2020, sekaligus menjadi kemenangan kedua bagi tim Meyer Shank Racing sejak kejuaraan 2021.
Balapan 200 lap yang berlangsung di Indianapolis Motor Speedway itu mencatatkan rekor 70 kali pergantian pemimpin lintasan, menunjukkan betapa ketatnya persaingan sepanjang lomba. Momen krusial terjadi pada lap 192 ketika mobil Caio Collet mengalami kecelakaan dan terbakar, memicu bendera merah yang mengumpulkan kembali para pembalap. Setelah restart, Marcus Armstrong dan Malukas sempat memimpin sebelum Mick Schumacher menyenggol dinding, menyebabkan bendera kuning dan menyisakan satu lap penentuan.
Dalam adu sprint satu lap, Malukas berhasil melewati Armstrong saat bendera hijau dikibarkan dan memimpin hampir sepanjang lap terakhir. Namun, Rosenqvist yang memanfaatkan slipstream mampu menyalip tepat di garis finis, memastikan kemenangan dramatis. “Saya tidak percaya. Mobil terasa sangat cepat di akhir,” ujar Rosenqvist seusai balapan, menggambarkan momen menegangkan tersebut.
Balapan juga diwarnai momen penghormatan pada lap 18 untuk pembalap NASCAR Kyle Busch yang meninggal dunia akibat pneumonia berat pada usia 41 tahun. Sementara itu, pembalap Inggris Katherine Legge hanya mampu menyelesaikan 18 lap dalam upaya pertamanya menjalani ‘Double Duty’ — berlomba di Indy500 dan NASCAR Coca-Cola 600 di hari yang sama. Legge terlibat spin dengan Ryan Hunter-Reay dan finis di posisi terakhir, sebelum terbang ke Charlotte untuk mengikuti balapan NASCAR dan finis ke-31. Hanya Tony Stewart pada 2001 yang berhasil menyelesaikan total 1.100 mil dari kedua ajang tersebut.
Kemenangan ini menegaskan dominasi Meyer Shank Racing yang mulai bangkit setelah musim 2023 yang kurang memuaskan. Dengan strategi tepat dan keberuntungan di momen kritis, Rosenqvist berhasil menorehkan namanya dalam sejarah sebagai pemenang dengan margin tersempit. Ke depan, rekor ini akan menjadi tolok ukur baru bagi ketegangan balapan Indianapolis 500.



