Menjelang balapan perdana musim 2026, sebuah drama politik muncul di permukaan. Fred Vasseur mengungkapkan bahwa Ferrari sebenarnya sudah menyuarakan kekhawatiran mengenai sulitnya prosedur start mobil generasi baru sejak setahun yang lalu. Namun, karena saat itu tim-tim lain dan FIA menganggap remeh masalah tersebut, Ferrari memutuskan untuk "berjalan sendiri" dengan solusi teknis yang kini membuat rival mereka kelimpungan.
Tanpa adanya MGU-H yang biasanya membantu memutar turbo secara instan, mobil F1 2026 membutuhkan waktu hampir 10 detik dengan putaran mesin (RPM) tinggi untuk siap meluncur. Ferrari, yang sudah mengantisipasi ini, mendesain arsitektur mesin yang lebih efisien dalam mengatasi turbo lag. Kini, saat tim lain seperti McLaren mengeluhkan potensi "kekacauan" di grid start karena mobil bisa mati mendadak (anti-stall), Ferrari berdiri di posisi yang sangat kuat karena telah melakukan investasi besar pada desain yang sesuai dengan aturan lama yang "diabaikan" tersebut.
Mengapa Masalah Ini Menjadi Kritis?
- Hilangnya MGU-H: Tidak ada lagi bantuan elektrik untuk menghilangkan jeda turbo saat start.
- Prosedur 10 Detik: Mobil harus "digas" dalam waktu lama di grid, meningkatkan risiko mesin panas berlebih atau gagal start.
- Veto Ferrari: Fred Vasseur menolak perubahan aturan prosedur start di menit-menit terakhir karena merasa tim lain hanya ingin "menyamakan level" setelah mereka gagal mengantisipasi masalah yang sudah diperingatkan Ferrari sebelumnya.
FIA sendiri pada awalnya menganggap masukan Ferrari terlalu prematur karena data simulasi saat itu belum menunjukkan adanya risiko keamanan yang nyata. Namun, setelah tes pramusim di Bahrain menunjukkan beberapa mobil kesulitan keluar dari posisi diam, FIA mulai melunak dan mencoba memperkenalkan prosedur lampu baru untuk memberikan waktu lebih bagi para pembalap menyiapkan mesin mereka.
Bagi para penggemar, situasi ini menjanjikan start balapan yang sangat tidak terduga di Australia nanti. Perbedaan performa start antar mobil bisa menjadi faktor penentu kemenangan yang jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ferrari tampak sangat percaya diri, sementara tim-tim yang menggunakan turbo lebih besar harus berjuang keras agar tidak "terpaku" di garis start saat lampu padam.




