Pekan terakhir pengujian musim dingin Formula 1 di Sirkuit Internasional Bahrain dimulai dengan kejutan strategis dari garasi juara bertahan. Laporan dari GPBlog pada 18 Februari 2026 mengonfirmasi bahwa Max Verstappen adalah satu-satunya pembalap utama yang absen sepenuhnya dari jadwal lari hari Rabu. Red Bull Racing memilih untuk menurunkan talenta muda mereka, Isack Hadjar, untuk mengemudikan RB22 sepanjang sesi pagi dan sore, sebuah langkah yang memicu spekulasi mengenai kepercayaan diri tim terhadap paket mobil baru mereka di era regulasi 2026 ini.
Rotasi Pembalap dan Peta Kekuatan Baru
Keputusan untuk menepikan Verstappen di hari pertama sangatlah tidak lazim, mengingat biasanya pembalap nomor satu ingin segera merasakan sensasi mobil baru. Namun, dengan Isack Hadjar diberi tanggung jawab penuh seharian, Red Bull tampaknya fokus pada pengumpulan data korelasi aerodinamika dasar (baseline correlation) daripada performa mentah. Di sisi lain garasi, rival utama mereka langsung tancap gas. Juara Dunia Lando Norris (McLaren) turun di sesi pagi, sementara Mercedes mempercayakan debut W17 kepada rookie sensasional Kimi Antonelli sebelum diserahkan kepada George Russell.
Ferrari juga menerapkan strategi agresif dengan Charles Leclerc membuka sesi pagi dan Lewis Hamilton mengambil alih di sore hari. Fokus para insinyur di hari pertama ini adalah memvalidasi sistem pendingin baru dan unit daya 2026 yang kompleks. Absennya Verstappen mungkin juga merupakan taktik psikologis, membiarkan rival menunjukkan kartu mereka lebih dulu sementara sang juara menunggu kondisi lintasan yang lebih representatif di hari Kamis dan Jumat.
Era Baru Regulasi 2026
Tes Bahrain kali ini bukan sekadar pemanasan biasa; ini adalah debut nyata dari regulasi teknis baru yang radikal, termasuk mobil yang lebih kecil dan mesin dengan rasio tenaga listrik 50:50. Data yang dikumpulkan Hadjar hari ini akan menjadi fondasi krusial bagi umpan balik Verstappen nantinya. Fokus dunia balap kini tertuju pada layar waktu (timing screen) untuk melihat apakah mobil RB22 dengan desain hidung baru yang kontroversial mampu mempertahankan dominasi Red Bull, atau apakah McLaren dan Ferrari akhirnya berhasil menutup celah performa tersebut.




