Leeds United Tundukkan Tottenham 1-0, Okafor Jadi Penyelamat di Menit 79
Baca dalam 60 detik
- Noah Okafor masuk dari bangku cadangan dan mencetak gol tunggal kemenangan Leeds atas Tottenham pada menit ke-79.
- Kemenangan ini mengakhiri paceklik lima laga tanpa kemenangan Leeds di Premier League dan mengangkat moral jelang jeda internasional.
- Sean Longstaff tampil buruk dalam duel fisik dan berisiko kehilangan tempat di starting XI setelah jeda.

Leeds United meraih kemenangan penting 1-0 atas Tottenham Hotspur di Elland Road, Sabtu (8/11/2025), berkat gol telat Noah Okafor yang masuk sebagai pemain pengganti. Kemenangan ini menjadi obat setelah lima pertandingan tanpa kemenangan di Premier League dan mengangkat posisi mereka ke papan tengah dengan koleksi tiga kemenangan, lima imbang, dan dua kekalahan dari sepuluh laga pembuka.
Leeds sebenarnya mendominasi penguasaan bola, tetapi kesulitan menembus pertahanan rapat Tottenham. Di babak pertama, tuan rumah sempat protes keras kepada wasit karena Mateus Fernandes dianggap handball di kotak penalti, namun baik wasit maupun VAR menolak memberikan penalti. Selain itu, akurasi umpan silang Leeds sangat buruk: hanya lima dari 29 umpan silang yang menemui rekan setim. Hal ini membuat frustrasi para pendukung di Elland Road.
Memasuki babak kedua, Daniel Farke mengubah strategi dengan memasukkan Okafor untuk menambah kecepatan di lini depan. Keputusan itu terbukti jitu. Pada menit ke-79, pemain asal Swiss tersebut memanfaatkan bola lepas, melewati Archie Gray dan Rodrigo Bentancur, lalu melepaskan tembakan yang tidak mampu dihentikan kiper Antonin Kinsky. Gol itu menjadi gol kedua Okafor di Premier League musim ini dan memastikan tiga poin bagi Leeds.
Meski menang, penampilan Sean Longstaff menjadi sorotan. Gelandang pinjaman dari Newcastle United itu kembali menunjukkan kelemahan dalam duel fisik setelah sebelumnya juga tampil buruk saat melawan Bournemouth. Dalam 89 menit melawan Tottenham, ia hanya memenangkan dua dari sembilan duel darat dan sering kali dikalahkan oleh pemain tengah Tottenham, terutama Rodrigo Bentancur. Meski akurasi umpannya mencapai 88%, kontribusinya dalam bertahan dianggap kurang memadai. Analis The Athletic, Beren Cross, bahkan menyebut Longstaff "di-bully" di lini tengah.
"Longstaff kehilangan bola 15 kali dan kalah dalam duel fisik. Ia beruntung Okafor menyelamatkan hari dengan golnya," tulis Football FanCast dalam penilaian pemain, memberi rating 4/10 untuk Longstaff.
Kemenangan ini juga tak lepas dari keberanian Farke menyimpan Okafor hingga menit ke-79. Keputusan tersebut terbukti tepat karena Okafor yang masih segar mampu mengeksploitasi kelelahan bek Tottenham. Farke pun layak mendapat pujian atas manajemen pergantian pemainnya.
Ke depan, Leeds akan menghadapi jeda internasional dengan modal positif. Namun, Farke dihadapkan pada dilema di lini tengah: apakah tetap mempertahankan Longstaff atau mengembalikannya ke bangku cadangan. Dengan performa yang kurang meyakinkan, Longstaff berisiko kehilangan tempat di starting XI setelah jeda. Sementara itu, Okafor telah membuktikan bahwa ia layak mendapat menit bermain lebih banyak, baik sebagai starter maupun super-sub.
Kemenangan atas Tottenham juga memberikan sinyal bahwa Leeds mampu bersaing di kompetisi sepadat Premier League. Namun, konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah. Jika mampu mempertahankan performa seperti babak kedua melawan Spurs, bukan tidak mungkin Leeds akan menjauh dari zona degradasi dan menembus sepuluh besar. Pertanyaannya, mampukah Farke menjaga momentum ini sepulang jeda internasional?



