Manchester United Buka Pintu untuk Fabregas, Carrick di Ujung Tanduk
Baca dalam 60 detik
- Man United dikabarkan telah menghubungi perwakilan Cesc Fabregas untuk menjajaki kemungkinan merekrutnya sebagai pelatih, sinyal ketidakpastian masa depan Michael Carrick.
- Carrick masih mendapat dukungan internal, tetapi kekalahan dari Bournemouth memicu evaluasi menyeluruh dan tenggat perbaikan sebelum jeda internasional.
- Fabregas yang tengah membangun proyek ambisius di Como menjadi incaran, meski United harus meyakinkan sang pelatih soal arah klub dan kewenangan transfer.

Manchester United dilaporkan telah menjalin komunikasi dengan perwakilan Cesc Fabregas, mengindikasikan bahwa manajemen klub mulai serius mempertimbangkan alternatif di kursi pelatih kepala. Langkah ini muncul di tengah tekanan yang kian berat terhadap Michael Carrick, yang baru saja memimpin tim meraih kemenangan dramatis atas AS Roma di kompetisi Eropa, namun masih belum mampu mengangkat performa tim di Liga Premier.
Kemenangan 3-2 atas Roma pada Selasa lalu memang menyuntikkan harapan baru, tetapi posisi United di klasemen Liga Premier masih memprihatinkan, yakni peringkat ke-17. Kemenangan tersebut merupakan yang pertama dalam sepuluh pertandingan terakhir, dan belum cukup meredakan spekulasi mengenai masa depan Carrick. Aston Villa dijadwalkan bertandang ke Old Trafford pada akhir pekan ini, dan setelah itu jeda internasional akan menjadi momen krusial bagi manajemen untuk mengevaluasi posisi pelatih.
Menurut laporan Sky Sports, United lebih memilih untuk tidak menunjuk pelatih interim jika mereka memutuskan melakukan perubahan. Dukungan terhadap Carrick dari dalam klub masih ada, namun hasil buruk yang beruntun telah memaksa para petinggi untuk mempertimbangkan opsi lain. Sejumlah nama telah masuk dalam radar, termasuk Eddie Howe yang dikabarkan menjadi favorit Direktur Sepak Bola Jason Wilcox, serta Julian Nagelsmann yang didukung oleh Christopher Vivell. Antonio Conte juga memiliki pengagum di Old Trafford, meskipun ada keraguan apakah skuad saat ini cocok dengan gaya kepemimpinannya. Unai Emery semakin sulit didekati karena tengah menuju kontrak baru di Villa, sementara Didier Deschamps dilaporkan menolak pendekatan dari United.
Di tengah ketidakpastian itu, nama Cesc Fabregas mencuat. Menurut laporan Graeme Bailey dari TEAMtalk, United telah melakukan pembicaraan internal secara ekstensif mengenai pelatih Como tersebut dan menghubungi perantara untuk mengetahui posisinya. Fabregas, yang memiliki pengalaman sebagai pemain di Arsenal dan Chelsea, dianggap memiliki potensi untuk membawa perubahan. Namun, upaya membujuknya meninggalkan Como di tengah musim bukan perkara mudah, mengingat ia telah membantu membangun proyek ambisius di klub Italia tersebut. Meski demikian, Bailey melaporkan bahwa United menilai langkah tersebut masih mungkin terjadi.
Jason Wilcox memegang peran sentral dalam drama ini. Bailey menyebutkan bahwa Carrick masih memiliki dukungan dari Wilcox, tetapi pemilik klub menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada direktur sepak bola tersebut. Setelah kekalahan dari Bournemouth, Wilcox menggelar pertemuan dengan Omar Berrada dan Vivell di Carrington, dengan Sir Jim Ratcliffe bergabung secara virtual. Dalam pertemuan itu, Carrick diberi waktu hingga jeda internasional untuk memperbaiki keadaan. Dukungan internal memang masih ada, tetapi hasil di lapangan akan menjadi penentu utama.
"Fabregas sebelumnya menolak terlibat dalam spekulasi mengenai penggantian Carrick ketika kedua klub bertemu pada Oktober lalu. Ia menekankan pentingnya menghormati pelatih yang sedang menjabat. Namun, di balik layar, penilaian United terhadap pelatih Como itu terus berlanjut."
Pertanyaan mendasar bagi United adalah apa yang sebenarnya akan diminta Fabregas untuk perbaiki. Daftar kandidat yang ada menunjukkan bahwa masih banyak hal yang harus diselesaikan. Howe, Nagelsmann, Conte, dan Fabregas membawa pengalaman serta ide berbeda tentang pemain, rekrutmen, dan tanggung jawab. Fabregas pun punya alasan kuat untuk mengajukan pertanyaan kritis. Di Como, ia telah membangun sesuatu yang istimewa, dan pindah di tengah musim berarti meninggalkan pekerjaan itu untuk klub yang masih mencari arah. United perlu menjelaskan dukungan apa yang bisa ia harapkan, keputusan apa yang menjadi wewenangnya, dan bagaimana kemajuan akan diukur ketika hasil buruk datang.
Pengalaman Fabregas di sepak bola Inggris sebagai pemain Arsenal dan Chelsea memang membantu dalam hal adaptasi, tetapi itu tidak akan menjadi jalan pintas untuk menghadapi tuntutan mengelola United yang sedang goyah. Kini, dengan Villa sebagai lawan berikutnya, Carrick memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa ia masih layak memimpin. Namun, bayang-bayang Fabregas dan kandidat lain akan terus menghantui hingga ada keputusan resmi dari manajemen. Apakah United akan memberi Carrick kesempatan hingga akhir musim, ataukah mereka akan bergerak cepat mendatangkan Fabregas? Jawabannya akan segera terungkap.



