Kim Kardashian Enggan Berpuas Diri: 'Saya Ingin Terus Belajar dan Berkembang'
Baca dalam 60 detik
- Kim Kardashian menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh dan belajar, terutama melalui peran aktingnya di serial All's Fair.
- Rekan main Sarah Paulson memuji etos kerja Kim yang dianggap rendah hati dan haus akan pembelajaran.
- Kesuksesan SKIMS dan strategi pemasaran Kim menjadi bukti bahwa ketenaran bisa dikonversi menjadi bisnis nyata.

Kim Kardashian tidak ingin berhenti di zona nyaman. Bintang reality show yang kini berusia 46 tahun itu menyatakan tekadnya untuk terus berkembang, baik dalam karier akting maupun bisnis. Dalam wawancara terbaru dengan Extra, Kim mengungkapkan bahwa ia selalu mencari pengalaman baru untuk menghindari stagnasi.
Kim saat ini membintangi musim kedua serial drama hukum All's Fair bersama sederet aktris senior seperti Sarah Paulson, Glenn Close, Naomi Watts, dan Niecy Nash. Kesempatan berakting di tengah nama-nama besar Hollywood menjadi ajang pembuktian bahwa ia serius menekuni dunia seni peran. Baginya, berada di antara orang-orang yang lebih berpengalaman adalah cara terbaik untuk mengasah kemampuan.
"Apa arti hidup jika kita sudah merasa mahir dalam segala hal atau terlalu nyaman? Bagi saya, itu bukanlah pertumbuhan, pembelajaran, dan evolusi," ujar Kim, seperti dikutip dari Extra. Ia menambahkan bahwa dirinya sengaja mengelilingi diri dengan orang-orang terbaik agar bisa menyerap ilmu dari mereka.
Pujian pun datang dari rekan mainnya, Sarah Paulson. Aktris berusia 51 tahun itu menyebut Kim sebagai pribadi yang murah hati, baik, dan selalu bersemangat untuk belajar. "Dia luar biasa. Dia sangat dermawan, manis, dan memiliki jiwa yang dalam. Dia selalu siap untuk bermain, tumbuh, dan belajar. Penampilannya musim ini benar-benar bagus," kata Sarah.
Kendati demikian, perjalanan Kim di dunia hiburan tidak lepas dari cibiran. Banyak yang meragukan bakatnya selain terkenal dari acara realitas. Namun, ibu empat anak ini tidak ambil pusing. Ia bahkan pernah menanggapi kritik tersebut dengan sindiran pedas melalui wawancara bersama Interview magazine. "Saya akan menulis tagar 'not bad for a girl with no talent', karena dulu orang-orang bertanya, 'Apa yang kamu lakukan? Apa bakatmu?' Dan saya hanya berpikir, 'Aku tidak tahu kalau aku butuh bakat,'" kenangnya.
Kim lantas menjelaskan bahwa kesuksesannya bukanlah kebetulan. Menurutnya, kemampuannya memahami keinginan konsumen dan mengemas produk agar terasa terjangkau namun tetap eksklusif adalah kunci utama. "Saya bisa memasak dengan baik, menggunakan kaki untuk segala hal, dan mengatakan hal-hal aneh. Tapi saya rasa bakat saya adalah pemasaran dan bisnis di balik penjualan produk, mengetahui apa yang diinginkan pelanggan, dan membuatnya terasa bisa dijangkau namun juga sedikit tidak terjangkau," tuturnya.
"Saya tidak akan menyebutnya bakat. Saya pikir itu semacam sihir dan kecerdasan bisnis. Mungkin itu bakat, saya tidak tahu." — Kim Kardashian
Pernyataan Kim ini sejalan dengan rekam jejak bisnisnya. SKIMS, merek pakaian dalam dan loungewear yang ia dirikan pada 2019, kini bernilai miliaran dolar dan telah berekspansi ke berbagai lini produk. Kesuksesan tersebut membuktikan bahwa popularitas yang ia bangun dari acara realitas mampu dikonversi menjadi kekuatan ekonomi riil. Di industri hiburan, langkah Kim mengikuti jejak selebritas lain yang merambah bisnis mode dan kecantikan, seperti Rihanna dengan Fenty dan Jessica Alba dengan The Honest Company.
Bagi publik Indonesia, fenomena Kim Kardashian bisa menjadi cermin bagaimana selebritas Tanah Air juga mulai menggarap bisnis serius di luar dunia hiburan. Beberapa artis nasional telah mengembangkan merek fesyen, kosmetik, hingga kuliner, meski skala globalnya belum sebesar SKIMS. Tantangannya adalah membangun kredibilitas produk agar tidak sekadar mengandalkan nama besar.
Ke depan, Kim tampaknya akan terus memperluas portofolio. Selain akting dan bisnis, ia juga aktif dalam advokasi hukum dan reformasi peradilan. Apakah langkahnya di dunia seni peran akan mendapat pengakuan industri, misalnya lewat nominasi penghargaan, masih menjadi pertanyaan. Yang jelas, Kim Kardashian tidak berniat membiarkan dirinya berpuas diri—dan itu mungkin pelajaran berharga bagi siapa pun yang ingin bertahan di industri yang kompetitif.



