Sinkhole Telan Rumah Rp164 Miliar, Nicolas Cage Akui 'Sedikit Tunawisma'
Baca dalam 60 detik
- Nicolas Cage terpaksa menginap di hotel setelah lubang runtuhan merusak vila pantainya di Malibu senilai 10,5 juta dolar AS.
- Aktor berusia 62 tahun itu mengurus tiga izin darurat untuk menahan erosi dan memperbaiki properti yang baru dibelinya pada 2024.
- Insiden ini menyoroti kerentanan kawasan pesisir California terhadap abrasi dan cuaca ekstrem, dengan implikasi pada pasar properti premium.

Nicolas Cage harus menerima kenyataan pahit: vila mewahnya di Malibu yang bernilai 10,5 juta dolar AS (sekitar Rp164 miliar) kini tak layak huni setelah lubang runtuhan (sinkhole) menggerogoti jalan masuk dan sisi bangunan. Akibatnya, aktor berusia 62 tahun itu mengaku kepada publik sebagai "sedikit tunawisma" dan untuk sementara menetap di hotel.
Pengakuan tersebut disampaikan Cage saat menghadiri L.A. Comic Con pada 31 Oktober. Ia menjelaskan bahwa bencana itu membuatnya kehilangan rutinitas Halloween bersama anaknya. "Sesuatu terjadi pada rumah saya di Malibu, jadi saya hanya tinggal di hotel," ujarnya, seperti dikutip dari pemberitaan Page Six. Meski demikian, ia tetap berencana mengajak putrinya, August (4), berburu permen di Santa Monica dan menonton film klasik The Shining setelah anaknya tidur.
Insiden yang terjadi pada September itu bermula dari erosi pantai yang memperparah lubang berukuran 30 kaki x 30 kaki. Lubang tersebut meluas hingga melingkari sisi rumah dan mencapai pintu depan, menelan pagar, tangga, dan toilet portabel proyek konstruksi. Kerusakan tidak berhenti di situ: saluran air dan gas ikut putus, memaksa Southern California Gas Company memutus pasokan ke kawasan tersebut.
Pemerintah Kota Malibu menetapkan keadaan darurat lokal pada 8 September 2026, setelah lubang di dekat Sea Level Drive membahayakan akses warga dan layanan darurat. Kepala Dinas Darurat Malibu, bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Kepolisian Los Angeles County, mengeluarkan perintah evakuasi serta mendirikan tempat penampungan sementara di Malibu High School. Otoritas juga memperingatkan bahwa kondisi bisa memburuk akibat gelombang pasang dan hujan dari Badai Marie.
Di tengah kesulitan itu, Cage tidak tinggal diam. Menurut laporan Page Six, ia mengajukan tiga izin bangunan darurat kepada pemerintah kota. Ia mendapat izin untuk menumpuk karung pasir di sepanjang pantai dan eksterior properti guna menahan gelombang serta mencegah erosi lebih lanjut. Izin tambahan disetujui untuk membersihkan puing aspal dari lubang, persiapan pemasangan penopang, dan penggalian sampel tanah.
Kasus Cage bukan sekadar drama selebritas. Insiden ini memperlihatkan tekanan nyata yang dihadapi kawasan pesisir California, yang semakin rentan terhadap abrasi dan cuaca ekstrem. Para pemilik properti premium di Malibu dan sekitarnya kini dihadapkan pada pilihan sulit: menanggung biaya perbaikan mahal atau mempertimbangkan relokasi. Pemerintah daerah pun dituntut memperkuat infrastruktur pesisir dan sistem peringatan dini.
"Saya saat ini sedikit tunawisma. Sesuatu terjadi pada rumah saya di Malibu, jadi saya hanya tinggal di hotel," ujar Cage.
Ke depan, perbaikan properti Cage akan bergantung pada efektivitas penanganan erosi dan izin lanjutan dari otoritas setempat. Sementara itu, publik menanti apakah langkah daruratnya mampu menyelamatkan aset senilai puluhan miliar rupiah tersebut, sekaligus menjadi preseden bagi pemilik rumah pesisir lain yang menghadapi ancaman serupa.



