Liquid Network Pulihkan Cadangan Bitcoin Setelah Serangan $320 Juta, Tapi Sumber Dana Masih Misteri
Baca dalam 60 detik
- Liquid Network mengumumkan cadangan bitcoin kembali 1:1 dengan LBTC setelah transfer terakhir 250 BTC, menutup defisit sekitar 600 BTC akibat eksploitasi September lalu.
- Federasi pimpinan Blockstream tidak mengungkap asal dana 600 BTC senilai lebih dari $40 juta yang digunakan untuk menambal kekurangan, memicu pertanyaan transparansi.
- Pemulihan penuh ini diharapkan memulihkan kepercayaan pengguna, tetapi kontrol operasional yang diperketat dan janji perubahan tata kelola masih menjadi sorotan.

Liquid Network, sidechain Bitcoin yang dioperasikan oleh federasi perusahaan dipimpin Blockstream, akhirnya menutup defisit cadangan bitcoin yang terjadi hampir dua bulan lalu. Federasi mengumumkan pada Senin (3/11) bahwa seluruh token LBTC kini kembali didukung 1:1 oleh bitcoin riil setelah transfer terakhir sebesar 250 BTC. Langkah ini mengakhiri krisis kepercayaan yang sempat mengguncang jaringan sejak bug perangkat lunak pada 6 September lalu.
Insiden tersebut bermula ketika celah keamanan memungkinkan penyerang mencetak sekitar 4.000 LBTC tanpa jaminan dan menukarkannya menjadi bitcoin asli. Menurut laporan insiden Blockstream saat itu, cadangan bitcoin merosot tajam dari sekitar 4.205 BTC menjadi hanya 197 BTC. Penyerang yang mengklaim sebagai white hat kemudian mengembalikan 3.400 BTC pada hari berikutnya, tetapi masih menyisakan kekurangan sekitar 600 BTC. Kini lubang itu telah ditutup, meski federasi tidak menjelaskan dari mana tambahan 600 BTC—senilai lebih dari $40 juta—berasal.
Liquid Network selama ini menjadi infrastruktur penting bagi exchange dan trader yang membutuhkan perpindahan bitcoin lebih cepat ketimbang jaringan utama. Pengguna mengunci BTC mereka ke federasi dan menerima LBTC sebagai representasi token yang dapat ditebus kapan saja. Model ini menuntut kepercayaan penuh pada pengelola federasi, sehingga insiden tersebut sempat memicu kekhawatiran tentang ketahanan sistem sidechain.
Meski cadangan telah pulih, sejumlah pertanyaan tata kelola masih mengemuka. Federasi menyatakan bahwa penarikan langsung dari federasi masih berjalan di bawah "kontrol operasional yang diperketat" dan menjanjikan pembaruan tata kelola dalam beberapa pekan mendatang. Sementara itu, pengguna telah dapat menukar BTC dan LBTC secara 1:1 melalui penyedia seperti SideSwap sejak akhir Oktober. Transparansi saldo dapat dipantau melalui dasbor publik jaringan, namun asal dana segar untuk menambal defisit tetap tidak diungkap.
"Kami memastikan cadangan telah dipulihkan sepenuhnya, mengembalikan jaminan 1:1 BTC untuk semua LBTC," demikian pernyataan Liquid Federation melalui akun X resminya, seperti dikutip CoinDesk.
Dalam konteks industri kripto yang lebih luas, kasus ini menyoroti risiko yang melekat pada sistem sidechain dan federasi. Berbeda dengan blockchain utama yang sepenuhnya terdesentralisasi, sidechain bergantung pada sekelompok entitas untuk menjaga cadangan. Ketika bug terjadi, pengguna tidak memiliki kendali langsung atas aset mereka. Meski demikian, pemulihan cepat oleh federasi menunjukkan adanya mekanisme respons darurat yang tidak selalu dimiliki proyek DeFi lainnya.
Bagi Indonesia, di mana adopsi aset kripto terus tumbuh dan exchange lokal semakin aktif, kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya due diligence terhadap infrastruktur yang digunakan. Regulator seperti Bappebti dan OJK di masa depan perlu memastikan bahwa platform yang beroperasi memiliki prosedur mitigasi risiko yang memadai, terutama terkait penyimpanan aset nasabah. Pengguna juga didorong untuk memahami perbedaan antara bitcoin asli dan token representatif seperti LBTC.
Ke depan, fokus akan tertuju pada langkah perbaikan tata kelola yang dijanjikan federasi. Apakah Liquid akan merilis audit forensik untuk mengungkap asal dana talangan? Dan bagaimana rencana mereka mencegah insiden serupa terulang? Tanpa transparansi lebih lanjut, kepercayaan yang sempat goyah mungkin belum sepenuhnya pulih, meski secara teknis cadangan telah kembali utuh.



