Aardman dan Pokémon Company Jalin Kemitraan, Serial Stop-Motion Sirfetch'd & Pichu Hadir di Disney+ 2027
Baca dalam 60 detik
- Disney dan The Pokémon Company resmi mengumumkan serial stop-motion Pokémon Tales: The Misadventures of Sirfetch'd & Pichu yang akan tayang di Disney XD dan Disney+ pada 2027.
- Serial ini diproduksi Aardman Animations, studio di balik Wallace & Gromit, menghadirkan petualangan Sirfetch'd dan Pichu di wilayah Galar.
- Kesepakatan ini menandai ekspansi Pokémon ke platform streaming Disney, sekaligus memperluas jangkauan waralaba ke audiens baru.

Disney dan The Pokémon Company resmi mengumumkan kerja sama untuk menghadirkan serial animasi stop-motion berjudul Pokémon Tales: The Misadventures of Sirfetch'd & Pichu yang akan tayang perdana di Disney XD dan Disney+ pada 2027. Pengumuman ini menjadi sinyal ambisi Disney memperluas portofolio konten anak-anak dengan waralaba global, sekaligus langkah strategis Pokémon untuk menjangkau audiens streaming yang lebih luas.
Serial ini diproduksi oleh Aardman Animations, studio asal Inggris yang dikenal lewat Wallace & Gromit, Chicken Run, dan Shaun the Sheep. Kolaborasi Aardman dengan Pokémon sebenarnya telah diumumkan sejak 2024, namun kepastian platform distribusi baru terungkap pekan ini. Cerita akan mengikuti Sirfetch'd dan Pichu dalam petualangan heroik di wilayah Galar—latar dari game Pokémon Sword and Shield—dengan misi melindungi Pokémon lain, meski rencana mereka kerap tak berjalan mulus.
Kesepakatan ini bukan sekadar menambah judul baru di Disney+. Sejumlah judul klasik Pokémon juga mulai tersedia di Disney+ Amerika Serikat dan beberapa pasar internasional, seperti Pokémon the Series: The Beginning serta musim ke-20 hingga ke-22 dari Sun & Moon yang juga dapat diakses via Hulu. Langkah ini menandai pergeseran lanskap distribusi anime Pokémon yang sebelumnya lekat dengan Netflix dan TV kabel.
Presiden Disney Kids & Family, Ayo Davis, menilai Pokémon memiliki kemampuan langka untuk tetap relevan bagi penggemar lama sekaligus generasi muda. Menurutnya, sentuhan seni stop-motion khas Aardman akan memberikan perspektif baru yang segar bagi waralaba ini. Sementara itu, Direktur Animasi Original Pokémon, Phil Rynda, menyatakan antusiasmenya karena Aardman mampu menghidupkan Galar dengan detail yang membuat penonton merasa dapat menyentuh kulit pohon dan ikut berpetualang bersama para karakter.
"Kolaborasi ini menggabungkan kecintaan Aardman pada craft, karakter, dan cerita komedi dengan waralaba hiburan terbesar di dunia," ujar Sean Clarke, Managing Director Aardman, saat pengumuman awal pada 2024.
Bagi industri animasi global, proyek ini mempertegas tren kolaborasi antara studio stop-motion dan waralaba game besar. Aardman, yang dikenal dengan gaya visual handmade, kini masuk ke ekosistem Pokémon yang selama ini didominasi animasi 2D dan 3D. Langkah tersebut berpotensi menarik penonton dewasa yang menyukai estetika khas Aardman, di samping basis penggemar Pokémon yang luas.
Di Indonesia, serial ini kemungkinan besar akan tersedia melalui Disney+ Hotstar, mengingat platform tersebut menjadi rumah bagi konten Disney di Tanah Air. Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi mengenai tanggal rilis atau ketersediaan regional. Penggemar Pokémon di Indonesia—yang selama ini mengakses anime melalui televisi nasional dan layanan streaming lain—dapat berharap mendapatkan akses legal yang lebih mudah pada 2027.
Dengan semakin ketatnya persaingan platform streaming, kesepakatan Disney-Pokémon ini menjadi ujian bagi kedua belah pihak: apakah formula stop-motion Aardman mampu memikat penggemar Pokémon global, atau justru sebaliknya? Yang jelas, 2027 akan menjadi penanda penting bagi arah baru waralaba Pokémon di bawah naungan Disney.



