Mod Seamless Landing Bikin Starfield Makin Mirip No Man's Sky, Pendaratan di Planet Tanpa Layar Muat
Baca dalam 60 detik
- Modder Frederik Wessberg mengembangkan mod Seamless Landing yang memungkinkan pesawat mendarat di planet Starfield tanpa layar pemuatan dan animasi terputus.
- Pendekatan teknisnya mengganti tekstur planet melayang dengan model 3D penuh, memanfaatkan data biome, iklim, dan fisika orbital yang sudah tertanam di mesin game.
- Mod ini akan tersedia gratis di Nexus Mods dan berpotensi mengubah pengalaman eksplorasi luar angkasa di Starfield secara fundamental.

Komunitas modder Starfield kembali mencatatkan terobosan signifikan. Frederik Wessberg, seorang pengembang mod, tengah menyelesaikan proyek ambisius bertajuk Seamless Landing yang memungkinkan pemain mendaratkan pesawat di permukaan planet tanpa terputus oleh layar pemuatan dan animasi transisi. Selama ini, setiap kali pemain memilih titik pendaratan, game besutan Bethesda tersebut menampilkan proses pemuatan yang memecah imersi—sebuah kelemahan yang kerap dikritik sejak peluncurannya.
Mod ini bukan sekadar tambalan kosmetik. Wessberg mengklaim telah membangun ulang sistem rendering planet di luar angkasa menjadi model 3D penuh, bukan sekadar tekstur datar yang melayang. Dalam video pratinjau yang beredar, terlihat pesawat mendekati planet, efek panas saat memasuki atmosfer, lapisan awan putih yang menutupi transisi, lalu pesawat mendarat mulus. Menurut Wessberg, awan tersebut bukanlah layar pemuatan tersembunyi, melainkan elemen visual yang menyamarkan pergantian sel mesin game agar transisi pencahayaan dan warna terrain tetap konsisten.
Yang menarik, Wessberg tidak menciptakan sistem fisika baru dari nol. Ia justru memanfaatkan data internal Starfield yang menurutnya sangat akurat secara fisik, meski tidak pernah diperlihatkan secara eksplisit kepada pemain. "Starfield sebenarnya simulator luar angkasa yang luar biasa akurat, hanya saja tidak pernah mengungkapkannya," ujarnya. Ia kemudian memodulasi data tersebut dengan hukum fisika nyata untuk menghasilkan rendering planet yang tajam di berbagai ketinggian.
"Tutupan awan bukanlah layar pemuatan. Awan membantu meminimalkan sambungan tepat saat pergantian sel terakhir, terutama untuk pencahayaan, eksposur, dan warna terrain. Mekanisme pemuatan sepenuhnya berjalan di latar belakang sementara game tetap interaktif." — Frederik Wessberg
Pendekatan ini menandai pergeseran penting dalam budaya modding Starfield. Sebelumnya, modder lain telah menghadirkan Seamless Grav Jumps dan Seamless Planet Takeoffs, namun pendaratan planet tetap menjadi celah yang dianggap mustahil ditutup. Keberhasilan Wessberg berpotensi memicu gelombang mod serupa yang menantang batas teknis mesin Creation Engine. Bagi Bethesda, fenomena ini bisa menjadi umpan balik berharga: pemain menginginkan transisi tanpa batas yang selama ini dihindari karena keterbatasan teknis.
Dari kacamata industri, proyek ini memperkuat posisi modding sebagai motor inovasi jangka panjang. No Man's Sky, yang menjadi tolok ukur eksplorasi planet seamless, kini menghadapi pesaing tidak resmi. Jika mod ini sukses, Starfield berpotensi menyaingi pengalaman eksplorasi ruang angkasa yang selama ini hanya dinikmati pemain No Man's Sky atau Elite Dangerous. Dampaknya bisa terasa pada persepsi publik terhadap nilai jangka panjang game, terutama di pasar Indonesia di mana komunitas modding PC cukup aktif dan diskusi tentang Starfield masih hidup di forum-forum gaming.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Mod ini masih dalam tahap pengembangan dan belum ada tanggal rilis pasti. Wessberg juga belum mengungkap apakah mod akan kompatibel dengan versi konsol atau hanya PC. Pertanyaan besarnya: akankah Bethesda mengadopsi pendekatan serupa dalam update resmi, atau justru membiarkan modder terus mendahului mereka? Yang jelas, batas antara game dan simulator luar angkasa semakin tipis—dan pemainlah yang diuntungkan.



