Tiger di Yorkshire Wildlife Park Tidak Akan Dieutanasia Usai Tewaskan Pengunjung
Baca dalam 60 detik
- Seorang pria tewas setelah masuk ke kandang harimau di Yorkshire Wildlife Park, Doncaster, Sabtu (10/10).
- Pihak taman menegaskan harimau bernama Altai tidak akan dieutanasia dan tetap dalam kondisi aman.
- Polisi mengimbau publik tidak menyebarkan video insiden yang beredar di media sosial.

Seorang pengunjung Yorkshire Wildlife Park di Doncaster, Inggris, tewas setelah memasuki area kandang harimau pada Sabtu (10/10) siang waktu setempat. Insiden ini memicu pertanyaan serius tentang prosedur keselamatan di taman satwa sekaligus memantik perdebatan etis mengenai nasib hewan buas yang terlibat.
Kepolisian South Yorkshire menerima laporan darurat sekitar pukul 13.35 setelah pria yang belum diidentifikasi itu terlihat berada di dalam enclosure. Menurut keterangan polisi, harimau tersebut kemudian menyerang korban dan menyebabkan luka serius. Tim medis darurat yang tiba di lokasi tidak mampu menyelamatkan nyawa korban, dan ia dinyatakan meninggal di tempat kejadian.
Pada Minggu, manajemen Yorkshire Wildlife Park mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa harimau bernama Altai tidak akan dieutanasia. "Altai dalam kondisi aman dan sehat, dan tidak akan dieutanasia," demikian bunyi pernyataan tersebut. Pihak taman juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan mengumumkan penutupan operasional selama sehari untuk memberikan dukungan psikologis kepada staf yang terdampak.
Menteri Luar Negeri Inggris yang juga anggota parlemen untuk Doncaster North, Ed Miliband, menyatakan rasa duka yang mendalam. "Saya sangat berduka dan menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga individu yang meninggal," ujarnya. Miliband juga mengapresiasi respons cepat tim layanan darurat dan staf taman.
Seorang pengunjung, Marie Miller, dalam unggahan di Facebook mengenang bahwa ia sempat melihat korban sebelum insiden terjadi. Menurut Miller, pria tersebut tampak menikmati kunjungannya dan bahkan meminta orang asing untuk memotretnya dengan latar harimau. "Pria yang saya lihat di jembatan dengan earphone dan sedang menari itu terlihat senang menikmati harimau," tulisnya.
Pengunjung lain yang enggan disebutkan namanya menggambarkan suasana kepanikan saat evakuasi. "Awalnya kami semua takut dan bingung karena tidak tahu apa yang terjadi. Rute berbeda ditutup, dan staf ditempatkan di berbagai titik untuk mengarahkan pengunjung," ujarnya kepada South West News Service. "Yang paling menakutkan adalah tidak mengetahui apa yang sedang terjadi."
Polisi menyatakan keluarga korban telah diberi tahu pada Sabtu dan sedang didampingi oleh petugas khusus. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan video insiden yang beredar di dunia maya, dengan alasan menghormati privasi keluarga dan kelancaran penyelidikan.
Yorkshire Wildlife Park menempati area seluas 2 acre yang dirancang khusus untuk harimau Amur, subspesies yang terancam punah. Dengan populasi liar yang tersisa sekitar 500 ekor, keberadaan Altai di penangkaran menjadi bagian dari upaya konservasi global. Keputusan untuk tidak mengeutanasia Altai sejalan dengan praktik konservasi modern yang menekankan pelestarian spesies langka, meskipun insiden ini tetap menyoroti pentingnya protokol keamanan berlapis di fasilitas satwa.
Insiden serupa pernah terjadi di berbagai kebun binatang dunia, memicu audit keselamatan dan peninjauan ulang desain enclosure. Pertanyaannya kini: apakah taman satwa perlu meningkatkan standar penghalang fisik dan pengawasan manusia, ataukah faktor perilaku pengunjung menjadi variabel yang sulit dikendalikan? Investigasi lebih lanjut diharapkan mengungkap bagaimana korban bisa masuk ke area terlarang sebelum tragedi terjadi.



