Marvel Tokon: Fighting Souls Umumkan DLC Tahun Pertama, Hadirkan Thor Versi Jane Foster
Baca dalam 60 detik
- Arc System Works dan Sony resmi mengumumkan jajaran karakter DLC Year 1 untuk Marvel Tokon: Fighting Souls, dengan Jane Foster sebagai Thor menjadi kejutan utama.
- Keputusan menghadirkan Jane Foster alih-alih Thor Odinson menegaskan pola pemilihan roster yang anti-mainstream, setelah sebelumnya memakai Shuri sebagai Black Panther dan Cyclops dengan Phoenix Force.
- DLC akan dirilis bertahap mulai November 2026 hingga musim panas 2027, namun hanya bisa diakses lewat edisi Digital Deluxe atau Character Pass berbayar.

Arc System Works dan Sony Interactive Entertainment secara resmi membuka tirai jajaran karakter tambahan untuk tahun pertama Marvel Tokon: Fighting Souls dalam ajang EVO France. Kejutan terbesarnya bukan sekadar daftar nama, melainkan keputusan menghadirkan Jane Foster sebagai Thor—bukan Thor Odinson yang selama ini identik dengan roster game fighting Marvel.
Pengumuman ini melengkapi teka-teki DLC yang sebelumnya hanya menyisakan Phoenix Cyclops sebagai satu-satunya karakter terkonfirmasi. Kini, para pemain tahu persis apa yang akan mereka dapatkan sepanjang siklus Year 1: empat petarung dari sudut berbeda alam semesta Marvel, masing-masing dijadwalkan rilis secara bergelombang.
Jane Foster bukan nama asing di jagat Marvel, tetapi kehadirannya sebagai petarung di game fighting terbilang langka. Sebelumnya, ia sempat menjadi karakter playable di Marvel's Avengers pada 2022, tepat sebelum game tersebut menghentikan dukungan pasca-rilis. Kini, Arc System Works membawanya ke medan tempur dua dimensi dengan pendekatan yang jauh berbeda.
Trailer perdananya memperlihatkan Jane Foster berhadapan dengan Loki di arena Asgard, meski belum ada cuplikan gameplay yang menunjukkan gaya bertarungnya. Detail mekanis masih dirahasiakan, tetapi pemilihan latar Asgard mengisyaratkan bahwa narasi DLC akan tetap berakar pada konflik kosmik khas Marvel.
Yang menarik, Marvel Tokon: Fighting Souls tampaknya sengaja menghindari pilihan yang mudah. Sebelumnya, mereka menampilkan Shuri sebagai Black Panther alih-alih T'Challa, dan Cyclops yang dipenuhi kekuatan Phoenix Force ketimbang versi regulernya. Pola ini menunjukkan bahwa Arc System Works ingin menawarkan interpretasi segar, bukan sekadar mengikuti ekspektasi penggemar garis keras.
Venom menjadi pengecualian dari pendekatan tersebut. Karakter simbiot ini tergolong pilihan mainstream, dan kehadirannya akan disertai arena baru bertema Klyntar. Sementara itu, Jubilee dari X-Men melengkapi daftar sebagai representasi mutan yang jarang tampil di game fighting modern. Bagi penggemar serial animasi X-Men era 90-an dan X-Men '97, kehadiran Jubilee menjadi daya tarik tersendiri, terlebih setelah ia tampil menghibur di Marvel Rivals.
"Keputusan menghadirkan Jane Foster dan Jubilee menunjukkan bahwa Arc System Works tidak sekadar mengejar nama besar, tetapi juga ingin mengeksplorasi kedalaman lore Marvel," ujar seorang pengamat industri game yang enggan disebutkan namanya.
Dari sisi komersial, strategi DLC ini mengikuti pola yang lazim di industri game fighting: menjual karakter tambahan secara terpisah atau melalui edisi deluxe. Harga yang dipatok—US$34,99 untuk Character Pass dan US$84,99 untuk Digital Deluxe Edition—menempatkan Marvel Tokon: Fighting Souls sejajar dengan game fighting premium lainnya. Bagi pemain Indonesia, harga tersebut setara dengan Rp550 ribu hingga Rp1,3 juta, tergantung kurs dan biaya tambahan platform.
Meski demikian, belum ada informasi resmi mengenai harga regional atau ketersediaan di pasar Asia Tenggara. Para pemain di Indonesia yang ingin mencoba Jane Foster, Venom, dan Jubilee harus bersiap merogoh kocek lebih dalam, terutama jika membeli melalui PlayStation Store atau Steam dengan mata uang dolar.
Pertanyaan besarnya kini: apakah Arc System Works akan mampu menjaga keseimbangan roster setelah keempat karakter ini bergabung? Dengan latar belakang kekuatan yang sangat beragam—dari dewa Asgard hingga mutan remaja—tantangan balancing menjadi semakin kompleks. Jika berhasil, Marvel Tokon: Fighting Souls bisa menjadi tolok ukur baru bagi game fighting berbasis lisensi. Jika gagal, para pemain mungkin akan menuntut perubahan sebelum siklus Year 2 dimulai.



