Universal Epic Universe Pasang PLTS Apung 1,4 MW, Suplai Bus Listrik
Baca dalam 60 detik
- Universal Epic Universe mengoperasikan PLTS apung berkapasitas 1,4 MW yang terdiri dari 3.369 panel di atas kolam retensi seluas 2,5 acre.
- Energi surya disimpan dalam baterai untuk mengisi bus listrik antar-taman, menandai integrasi energi terbarukan dalam operasional harian.
- Langkah ini menjadi preseden bagi pengembangan infrastruktur hijau di kawasan wisata, dengan potensi adopsi di Indonesia.

Universal Epic Universe, taman hiburan terbaru di Orlando, Florida, telah mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) apung berkapasitas 1,4 megawatt (MW) di atas kolam retensi. Sistem yang terdiri dari 3.369 panel ini mulai dialiri listrik pada awal tahun dan menjadi bagian dari tiga instalasi surya di kawasan tersebut, dengan total kapasitas mencapai 3,7 MW. Energi yang dihasilkan tidak hanya untuk operasional taman, tetapi juga mengisi baterai bus listrik yang mengangkut pengunjung antar-taman.
PLTS apung ini dibangun oleh D3Energy, yang mengkhususkan diri pada instalasi surya di perairan, sementara program surya secara keseluruhan dikelola oleh Qcells. Kolam retensi yang digunakan memiliki kedalaman sekitar 10 kaki, dan pulau panel surya ditambatkan ke tepian. Ini merupakan proyek PLTS apung kedua bagi Universal Orlando, setelah sebelumnya pada 2021 D3Energy memasang 645 panel di kampus utama Universal Orlando dengan kapasitas 249 kilowatt.
Integrasi energi terbarukan ini menunjukkan komitmen Universal, yang dimiliki oleh Comcast, untuk mengurangi jejak karbon operasional. Baterai menyimpan energi surya pada siang hari, lalu digunakan untuk mengisi bus listrik pada malam hari. Selain PLTS apung, Epic Universe juga memiliki kanopi surya di area parkir VIP. Dengan demikian, sebagian kebutuhan listrik taman hiburan dipenuhi dari sumber terbarukan, sekaligus mendukung armada transportasi ramah lingkungan.
"Sistem penyimpanan baterai memungkinkan kami memanfaatkan energi surya secara optimal, bahkan saat matahari tidak bersinar," ujar perwakilan Comcast dalam keterangan resmi.
Langkah ini sejalan dengan tren global di mana sektor pariwisata dan hiburan mulai beralih ke energi bersih. Di Indonesia, kawasan wisata seperti Bali dan Labuan Bajo memiliki potensi besar untuk mengadopsi teknologi serupa, terutama dengan banyaknya kolam retensi atau perairan tenang yang bisa dimanfaatkan. PLTS apung menawarkan keunggulan ganda: menghemat lahan darat dan meningkatkan efisiensi panel karena pendinginan alami dari air. Namun, tantangan seperti biaya investasi awal, perawatan, dan regulasi kelistrikan masih menjadi hambatan utama di negara berkembang.
Pemerintah Indonesia sendiri telah menargetkan bauran energi terbarukan sebesar 23% pada 2025, dan PLTS apung menjadi salah satu solusi yang dipertimbangkan. Beberapa proyek percontohan telah dilakukan, misalnya di Waduk Cirata, Jawa Barat. Jika diadopsi di kawasan wisata, PLTS apung tidak hanya mengurangi emisi tetapi juga dapat menjadi daya tarik edukasi bagi pengunjung. Universal Epic Universe mungkin tidak secara langsung memengaruhi kebijakan energi Indonesia, tetapi keberhasilan operasionalnya memberikan bukti bahwa integrasi energi terbarukan di sektor hiburan dapat berjalan efektif.
Ke depan, pertanyaannya adalah seberapa cepat operator taman hiburan dan kawasan wisata lain mengikuti jejak ini. Dengan tekanan global untuk mengurangi emisi karbon, investasi pada infrastruktur hijau seperti PLTS apung bisa menjadi standar baru. Apakah Indonesia siap memanfaatkan potensi serupa untuk mendukung pariwisata berkelanjutan?



