Museum Spanyol Rakit Ulang Cray-1 dari 30 Mac Mini, Kejar Daftar TOP500
Baca dalam 60 detik
- Museo de Historia de la Computación memamerkan replika Cray-1 yang dibangun dari 30 Mac Mini lawas dengan total 70 inti prosesor.
- Perangkat ini mencatat puncak 1,3 TFLOPS, jauh melampaui 160 MFLOPS Cray-1 asli, berkat pemanfaatan vector processing yang kini lazim.
- Museum berencana menggalang dana untuk membeli 70-80 Mac Mini M4 guna melengkapi slot kosong dan menembus daftar TOP500 superkomputer dunia.

Museo de Historia de la Computación di Spanyol memperingati 50 tahun operasional pertama superkomputer Cray-1 di Los Alamos sekaligus ulang tahun pendirian Apple dengan meluncurkan replika fungsional yang dirakit dari 30 unit Mac Mini. Proyek yang digarap selama 18 bulan ini bukan sekadar pajangan, melainkan demonstrasi hidup bagaimana teknologi komputasi paralel berkembang selama setengah abad.
Replika tersebut menggunakan 25 Mac Mini dual-core i5 dan lima unit quad-core i7 produksi 2012-2014. Total 70 inti prosesor itu menghasilkan daya komputasi puncak 1,5 TFLOPS, meski setelah satu mesin quad-core mati, angka riil yang dilaporkan turun menjadi 1,3 TFLOPS. Sebagai perbandingan, Cray-1 orisinal hanya mampu mencapai 160 MFLOPS, sehingga lompatan teoretisnya mencapai 9.375 kali lipat.
Cray-1 sendiri dikenal sebagai superkomputer komersial pertama yang sukses, dengan 80 unit terjual pada masanya. Lembaga sains dan teknik mengandalkannya untuk mengolah data raksasa, mulai dari prediksi cuaca, aerodinamika, fisika nuklir, hingga analisis struktur. Kunci keunggulannya terletak pada vector processing, teknik yang memungkinkan pemrosesan sekumpulan angka secara paralel, bukan satu instruksi demi satu instruksi seperti komputer umum saat itu.
Kini, vector processing telah menjadi fitur standar di CPU modern. Lompatan dari satu inti ke 70 inti "modern" inilah yang ingin ditonjolkan museum. "Ini bukan hanya replika, tetapi representasi seberapa jauh teknologi telah berkembang," ujar pihak museum dalam pernyataan resminya.
Dari sisi pendinginan, perbedaan keduanya kontras. Cray-1 asli mengandalkan jaringan pipa refrigeran yang terhubung ke kompresor pendingin berbobot 20 ton di ruangan terpisah. Replika ini cukup didinginkan secara pasif melalui desain menara konveksi dan beroperasi sangat senyap, dengan satu-satunya sumber kebisingan berasal dari switch Ethernet. Museum berencana mengganti switch tersebut dengan versi senyap agar makin hening.
Untuk pengunjung, museum menyediakan terminal kontrol bergaya retro: meja logam besar dengan keyboard di tengah dan beberapa layar tertanam pada panel melintang, meniru siluet terminal kontrol era 1970-an. Di layar, replika ini terlihat sibuk menyelesaikan perkalian matriks besar, jenis beban kerja yang memang menjadi keunggulannya.
Tim proyek menemukan bahwa superkomputer ini dapat berjalan di macOS Mojave yang mendukung MPI (Message Passing Interface), memungkinkan instruksi disebar ke beberapa Mac Mini untuk komputasi paralel.
Ke depan, museum berencana meluncurkan kampanye crowdfunding untuk membeli 70-80 Mac Mini M4 dan mengisi slot yang masih kosong. Target ambisiusnya adalah menembus daftar TOP500 superkomputer tercepat di dunia. Jika berhasil, ini akan menjadi entri tak biasa karena dibangun dari perangkat konsumen, bukan infrastruktur pusat data khusus.
Replika ini dipamerkan permanen dan museum hanya buka untuk umum pada Sabtu pukul 11.30-14.00 waktu setempat, tanpa tur tanpa pemandu, serta tutup selama musim panas, Natal, Januari, dan Februari. Bagi Indonesia, proyek ini menjadi cermin bahwa riset komputasi kinerja tinggi tidak selalu membutuhkan anggaran besar; kreativitas merakit ulang perangkat konsumen bisa menjadi jalan alternatif untuk pendidikan dan eksperimen, terutama di kampus-kampus yang memiliki keterbatasan akses ke klaster superkomputer komersial.
Pertanyaannya, mampukah pendekatan berbasis perangkat konsumen seperti ini mengubah peta demokratisasi komputasi kinerja tinggi, atau justru tetap menjadi eksperimen museum yang menarik namun terbatas? Waktu—dan daftar TOP500—yang akan membuktikan.



