Verstappen Kuasai Marina Bay, Kemenangan Perdana di Singapura Buka Jalan Juara Dunia
Baca dalam 60 detik
- Max Verstappen akhirnya memecah kebuntuan di Marina Bay dengan menaklukkan Charles Leclerc dan Kimi Antonelli, mengamankan kemenangan perdananya di GP Singapura.
- Strategi pit yang keliru membuat Lewis Hamilton terpuruk, sementara Antonelli memanfaatkan momentum untuk memperlebar keunggulan poin dan berpeluang mengunci gelar di Austin.
- George Russell harus puas finis kesembilan setelah start dari posisi 19, menambah beban Mercedes dalam perburuan konstruktor.

Max Verstappen menorehkan sejarah baru di Sirkuit Jalanan Marina Bay dengan memenangi GP Singapura untuk pertama kalinya, Minggu (21/9). Pebalap Red Bull Racing itu menuntaskan 62 lap dengan keunggulan 7,3 detik atas Charles Leclerc (Ferrari) dan Kimi Antonelli (Mercedes) yang melengkapi podium.
Kemenangan ini bukan sekadar catatan statistik. Verstappen yang start dari pole position sempat mendapat tekanan awal dari Leclerc, namun ia mampu mengelola ban dan ritme balapan dengan presisi tinggi. Sejak lap ke-18, pebalap asal Belanda itu konsisten mencetak waktu putaran setengah detik lebih cepat dari rival terdekatnya, sebuah margin yang di sirkuit jalanan sepanjang 5,063 km terasa sangat besar.
Di balik kesuksesan Verstappen, drama strategi menimpa Lewis Hamilton. Pebalap Ferrari itu memulai balapan dengan ban medium, berbeda dari mayoritas rival yang memakai soft. Ketika ia masuk pit lebih awal pada lap 18 untuk beralih ke soft, keputusan itu justru menjebaknya dalam stint panjang 44 lap yang menggerus performa ban. Hamilton akhirnya melorot ke posisi enam, di belakang Oscar Piastri.
Kimi Antonelli tampil sebagai penyelamat Mercedes. Meski sempat mengeluh soal rem dan kebocoran di kokpit, ia memanfaatkan periode virtual safety car (VSC) untuk mengganti ban dan menyalip Hamilton serta Lando Norris di akhir balapan. "Saya merasa ada yang bocor di antara kaki saya," ujar Antonelli melalui radio, namun tim Mercedes tidak menemukan masalah serius. Aksi tersebut membawanya ke podium kedua dan memperlebar keunggulan di puncak klasemen.
"Saya tidak punya rem! Pedalnya sangat panjang!" โ Kimi Antonelli, saat melaporkan masalah teknis di radio tim.
Sementara itu, George Russell harus menjalani balapan berat. Penalti turun 19 posisi memaksanya menembus kerumunan. Ia sempat tertahan di luar sepuluh besar sebelum pit stop memberinya ruang. Sayang, keputusan mengganti ban tepat saat VSC berakhir membuatnya terjebak di belakang Liam Lawson, Nico Hulkenberg, dan Pierre Gasly. Russell hanya bisa menyalip Gasly untuk finis kesembilan.
Bagi Gasly, balapan ini menjadi antiklimaks. Start dari posisi ketujuh, ia kehilangan dua tempat di awal dan perlahan tersingkir dari sepuluh besar. Rekan setimnya di Alpine, Franco Colapinto, harus mengakhiri balapan lebih awal karena masalah driveline. Nasib serupa dialami Alexander Albon yang gagal finis.
Di tengah dominasi Verstappen, penampilan Oliver Bearman patut dicatat. Pebalap Haas itu terlibat duel sengit dengan Esteban Ocon dan menyalip Carlos Sainz di sisi dalam, namun harus puas finis ke-12. Valtteri Bottas nyaris terlap oleh rekan setimnya di Cadillac, menandakan kesenjangan performa yang lebar.
Kemenangan Verstappen di Singapura mengubah peta perburuan gelar. Dengan seri Austin yang akan digelar dalam dua pekan, Antonelli memiliki peluang pertama untuk mengunci titel. Namun, tekanan dari Verstappen dan Leclerc dipastikan belum berakhir. Akankah Marina Bay menjadi titik balik dominasi Red Bull, atau hanya jeda sebelum Mercedes kembali bangkit?



