Gasly Pertanyakan Konsistensi Steward F1 Usai Norris Lolos Sanksi di Singapura
Baca dalam 60 detik
- Pierre Gasly mempertanyakan keputusan steward yang tidak menghukum Lando Norris atas tabrakan dengan Oscar Piastri di sprint race Singapura.
- Insiden tersebut dinilai sebagai racing incident, namun Gasly merasa dirugikan karena kehilangan potensi satu poin.
- Kasus ini menyoroti inkonsistensi penegakan aturan di Formula 1 yang berulang kali dikeluhkan para pembalap.

Pembalap Alpine, Pierre Gasly, mengkritik keputusan steward FIA yang memilih tidak memberikan penalti kepada Lando Norris (McLaren) atas tabrakan dengan rekan setimnya, Oscar Piastri, pada lap terakhir sprint race di Sirkuit Marina Bay, Singapura. Insiden itu membuat Piastri terhenti di barrier, sementara Norris mampu melanjutkan balapan dan finis di posisi kedelapan, tepat di depan Gasly.
Steward menilai peristiwa tersebut sebagai racing incident dalam buletin yang dirilis sekitar tiga jam setelah kejadian, atau saat sesi kualifikasi berlangsung. Keputusan itu memicu reaksi dari Gasly yang secara matematis dirugikan karena kehilangan peluang meraih satu poin tambahan andai Norris dihukum.
โKami punya steward untuk itu. Mereka sudah mengambil keputusan. Apa pun kata wasit, wasit yang benar,โ ujar Gasly, mengutip pernyataan yang beredar di paddock. Ia menambahkan bahwa tabrakan antara dua pembalap satu tim seharusnya tidak terjadi, namun ia enggan berspekulasi lebih jauh.
Kritik Gasly bukan tanpa dasar. Pada balapan sebelumnya di Baku, rekan setimnya, Franco Colapinto, dihukum karena menyebabkan tabrakan dengan Gasly yang kemudian mengenai Norris. Colapinto yang mengalami lock-up di tikungan pertama saat restart setelah safety car dianggap bersalah, dan penalti waktunya dikonversi menjadi penurunan posisi grid untuk balapan berikutnya. Keputusan itu sempat membuat bos Alpine, Flavio Briatore, geram dan mengisyaratkan sanksi internal.
Menariknya, analisis data menunjukkan Colapinto hanya mengerem sekitar 3% lebih keras dari biasanya di tikungan tersebut. Sementara itu, dalam insiden serupa di restart yang sama, Arvid Lindblad (Racing Bulls) juga tidak dihukum setelah bersenggolan dengan rekan setimnya, Liam Lawson, yang mengakibatkan kerusakan pada lantai mobil Lawson. Steward beralasan bahwa tabrakan itu disebabkan oleh ruang gerak yang terbatas dan reaksi berantai dari insiden di depan.
โSaya tidak akan memprotes rekan setim sendiri, tapi saya tidak mengerti, karena saya dipukul begitu keras hingga lantai mobil saya berlubang,โ kata Lawson.
Dokumen steward untuk kasus Norris menjelaskan bahwa pembalap mobil nomor 81 (Piastri) tidak mengantisipasi upaya overtake dan baru menyadari keberadaan mobil nomor 1 (Norris) di sisi dalam setelah memasuki tikungan. Sementara Norris merasa memiliki hak atas ruang karena poros depannya sudah berada di depan spion Piastri sebelum apex. Steward menilai keduanya berkontribusi dan tidak ada yang sepenuhnya bersalah.
Gasly secara terbuka mengakui bahwa ia memiliki kepentingan pribadi dalam keputusan ini. โSaya akan mendapat satu poin jika Lando dihukum,โ ujarnya. Ia juga menyoroti dua tabrakan antar-rekan setim yang tidak diinvestigasi lebih lanjut, dan berharap hal itu menjadi bahan diskusi dengan steward.
Kasus ini kembali mencuatkan perdebatan lama tentang konsistensi steward dalam menegakkan aturan. Para pembalap kerap mengeluhkan standar penalti yang berbeda-beda untuk insiden serupa, yang dapat memengaruhi hasil balapan dan perolehan poin. Bagi tim-tim papan tengah seperti Alpine, setiap poin sangat berharga dalam perebutan posisi konstruktor.
Ke depan, isu ini berpotensi menjadi topik panas dalam pertemuan pembalap dengan FIA. Apakah steward akan meninjau ulang pedoman penalti untuk insiden antar-rekan setim? Ataukah keputusan di Singapura akan menjadi preseden yang memperkuat anggapan bahwa ada standar ganda dalam penegakan aturan? Yang jelas, tekanan publik dan media akan terus mengawal setiap keputusan kontroversial di lintasan.



