Veda Ega Pratama Lampaui Rekor Ai Ogura di Moto3, 115 Poin dan Dua Podium di Usia 17 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Veda Ega Pratama mengumpulkan 115 poin pada musim debutnya di Moto3 2026, melampaui torehan Ai Ogura (109 poin) sebagai pembalap debut Honda Team Asia dengan poin tertinggi dalam satu musim.
- Pembalap berusia 17 tahun itu juga telah dua kali naik podium (GP Brasil dan GP Prancis), lebih banyak dari Ogura yang hanya sekali podium pada musim penuh pertamanya di Moto3 2019.
- Dengan lima seri tersisa, Veda berpeluang menambah koleksi poin sekaligus mengejar rekor 172 poin milik Taiyo Furusato pada Moto3 2025.

Veda Ega Pratama memecahkan rekor poin tertinggi untuk pembalap debut Honda Team Asia dalam satu musim Moto3. Pembalap Indonesia berusia 17 tahun itu kini mengoleksi 115 poin setelah finis keenam di Moto3 Mandalika 2026, melampaui capaian Ai Ogura yang mengumpulkan 109 poin pada musim penuh pertamanya di kelas tersebut pada 2019.
Tambahan poin dari Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, membawa Veda ke peringkat ketujuh klasemen sementara Moto3 2026. Pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia memiliki talenta yang siap bersaing di level global, terutama di kelas yang selama ini didominasi pembalap Eropa dan Jepang.
Keunggulan Veda tidak hanya terlihat dari perolehan poin. Sepanjang musim debutnya, ia telah dua kali naik podium, yakni di GP Brasil dan GP Prancis. Sebagai perbandingan, Ogura hanya sekali podium pada musim penuh pertamanya di Moto3 2019, tepatnya di GP Aragon saat berusia 18 tahun. Veda meraih pencapaian itu setahun lebih muda.
Perbedaan konteks debut juga menjadi catatan penting. Veda benar-benar menjalani musim pertamanya di Moto3 pada 2026, sedangkan Ogura sudah tampil sebagai pembalap wildcard pada 2018 bersama Asia Talent Team, bukan Honda Team Asia. Ogura mengikuti empat balapan sebelum akhirnya menjalani musim penuh pada 2019. Artinya, Veda memulai dari nol dan langsung menunjukkan konsistensi.
Meski demikian, Veda belum memegang rekor poin tertinggi Honda Team Asia dalam satu musim. Rekor tersebut masih milik Taiyo Furusato yang mengoleksi 172 poin pada Moto3 2025, musim terakhirnya sebelum naik ke Moto2. Furusato kini memperkuat Idemitsu Honda Team Asia di Moto2, bersama pembalap Indonesia Mario Aji.
"Debut Veda menunjukkan bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di level atas Moto3. Dengan lima seri tersisa, peluang menambah poin masih terbuka lebar," ujar seorang pengamat balap nasional, seperti dikutip dari Antara.
Bagi Indonesia, pencapaian Veda menjadi angin segar di tengah upaya membangun ekosistem balap yang lebih kompetitif. Kehadirannya di Moto3 tidak hanya mengangkat nama bangsa, tetapi juga membuka jalan bagi pembalap muda lain untuk menembus kompetisi internasional. Ajang Moto3 Mandalika sendiri menjadi bukti bahwa sirkuit Indonesia mampu menyelenggarakan balapan kelas dunia.
Ke depan, Veda masih memiliki lima seri untuk memperbaiki posisinya. Jika mampu konsisten finis di zona poin, bukan tidak mungkin ia menembus lima besar klasemen akhir. Pertanyaannya, akankah ia juga menantang rekor Furusato dan mengukir sejarah baru bagi Honda Team Asia?



