Bezzecchi Menang di Mandalika, Tapi Sebut Akhir Pekan Itu 'Lebih Seperti Kekalahan'
Baca dalam 60 detik
- Marco Bezzecchi memenangi MotoGP Indonesia 2025 setelah bangkit dari kecelakaan sprint, namun ia menilai akhir pekan itu tetap merugikan peluang juaranya.
- Kecelakaan dengan Raul Fernandez di sprint membuat Bezzecchi kehilangan poin besar dan tertinggal 46 poin dari Jorge Martin dengan lima seri tersisa.
- Aprilia mendominasi balapan Minggu dengan finis 1-2-3-4, tetapi insiden internal dan cedera Fernandez menjadi bayangan atas hasil gemilang tersebut.

Marco Bezzecchi berhasil menguasai balapan utama MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Minggu (5/10/2025), namun kemenangan itu tidak serta-merta membuatnya puas. Pebalap Aprilia tersebut justru menyebut akhir pekan di Lombok sebagai 'lebih seperti kekalahan daripada kemenangan' setelah insiden di sesi sprint sehari sebelumnya.
Bezzecchi memulai balapan dari posisi yang tidak ideal setelah terlibat tabrakan dengan rekan setimnya di Aprilia, Raul Fernandez, pada lap pembuka sprint. Insiden itu tidak hanya menggagalkan peluangnya meraih poin, tetapi juga memicu ketegangan internal tim. Fernandez mengalami patah jari dan secara terbuka mengkritik aksi Bezzecchi di media, memaksa manajemen Aprilia menggelar pertemuan tertutup antara kedua pebalap sebelum balapan Minggu.
Meski demikian, Bezzecchi mampu bangkit. Ia memimpin finis 1-2-3-4 bersejarah bagi Aprilia, diikuti oleh Jorge Martin di posisi ketiga, sementara Marc Marquez dari Ducati hanya finis keenam. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Bezzecchi sejak MotoGP Italia pada Mei lalu, dan memperlihatkan potensi besar Aprilia di trek yang mereka kuasai.
Namun, dampak dari insiden sprint tetap terasa. Bezzecchi kehilangan banyak poin dan kini tertinggal 46 poin dari Martin di klasemen pembalap, dengan hanya lima seri tersisa. Situasi bertambah rumit karena status Grand Prix Qatar masih belum pasti akibat konflik di Asia Barat, yang bisa memengaruhi jumlah balapan tersisa.
Dalam wawancara usai balapan, Bezzecchi mengakui bahwa ia datang ke Indonesia dengan keyakinan bisa tampil cepat, tetapi kecelakaan kemarin merusak momentum. "Saya tahu saya harus mengambil risiko lebih besar di sini. Kemarin tidak berhasil, tapi hari ini balapan berjalan baik," ujarnya. Ia menegaskan tidak akan menyerah dalam perebutan gelar juara selama masih ada peluang matematis.
"Seperti yang dikatakan Massimo [Rivola], ini lebih seperti kekalahan daripada kemenangan. Tapi setidaknya kami masih sedikit di sana," kata Bezzecchi, merujuk pada komentar bos Aprilia.
Kemenangan di Mandalika memang memperlihatkan bahwa Aprilia memiliki paket kompetitif, terutama di trek dengan karakter seperti Sirkuit Mandalika. Namun, insiden sprint dan cedera Fernandez menjadi pengingat bahwa konsistensi dan kerja sama tim tetap menjadi PR besar. Aprilia harus memastikan tidak ada lagi benturan internal yang merugikan peluang juara Bezzecchi maupun Martin.
Dengan lima balapan tersisa, tekanan semakin besar. Bezzecchi harus terus menekan Martin sambil berharap pesaingnya tersandung. Sementara itu, Martin yang kehilangan kemenangan sprint karena masalah tekanan ban dan kesalahan di akhir balapan juga tidak bisa bersantai. Persaingan gelar juara MotoGP 2025 masih terbuka lebar, dan setiap poin akan sangat berarti.
Pertanyaannya, mampukah Bezzecchi menjaga momentum dan memaksa Martin terus waspada hingga balapan terakhir? Atau justru insiden seperti di Mandalika akan kembali menghantui langkahnya menuju gelar?



