Bupati Serang dan Situbondo Ajak Gen Z Promosikan Jalur Anyer-Panarukan
Baca dalam 60 detik
- Dua kepala daerah mendorong partisipasi generasi muda dalam mempromosikan jalur Anyer-Panarukan melalui kegiatan kreatif.
- Program 3R: Road, Route, Roots diharapkan memperkuat konektivitas, pariwisata, dan pelestarian sejarah budaya di sepanjang jalur.
- Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mengubah potensi daerah menjadi daya tarik berkelanjutan.

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyerukan agar generasi muda mengambil peran aktif dalam mempromosikan jalur Anyer-Panarukan. Ajakan itu disampaikan pada acara Kick Off Anyer-Panarukan 3R: Road, Route, Roots, Minggu (11/10), yang menjadi titik awal kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Menurut Ratu, anak muda dapat menjadi motor penggerak promosi melalui berbagai aktivitas, mulai dari olahraga hingga seni budaya. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang sesuai dengan minat generasi saat ini agar pesan yang disampaikan tidak terasa membosankan. "Kita ingin generasi muda menjadi penggerak promosi Anyer-Panarukan," ujarnya.
Senada dengan Ratu, Bupati Situbondo Rio optimistis program ini dapat menjangkau Gen Z dan Gen Alpha. Ia menilai, jika dikemas dengan cara yang relevan, Anyer-Panarukan akan mudah diterima. Rio juga menyoroti peran program dalam memenuhi kebutuhan informasi sejarah dan budaya bagi generasi muda, mulai dari kegiatan lapangan hingga festival.
"Mengedukasi dan melibatkan mereka agar mereka paham, punya concern yang sama terhadap peta sejarah, peta budaya, peta ekonomi, dan lain-lain," ungkap Rio.
Acara kick off tersebut mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor perbankan, dan media untuk membangun visi bersama. Tujuannya, menciptakan sinergi berkelanjutan di sepanjang jalur Anyer-Panarukan agar potensi daerah dapat dikembangkan secara optimal.
Program 3R sendiri mengusung tiga perspektif utama: Road, Route, dan Roots. Road merepresentasikan pengembangan konektivitas dan pembangunan infrastruktur; Route berkaitan dengan penguatan pariwisata; sedangkan Roots menghidupkan kembali nilai sejarah dan budaya masyarakat setempat. Ketiganya diharapkan saling melengkapi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam konteks Indonesia, jalur Anyer-Panarukan memiliki nilai strategis karena membentang dari ujung barat hingga timur Pulau Jawa. Jalur ini menyimpan jejak sejarah masa kolonial dan potensi wisata yang belum sepenuhnya tergarap. Keterlibatan generasi muda diyakini dapat mempercepat promosi digital dan memperluas jangkauan pasar wisatawan.
Ke depan, keberhasilan program ini akan bergantung pada konsistensi kolaborasi dan kemampuan daerah menciptakan kegiatan yang menarik bagi anak muda. Pertanyaannya, mampukah sinergi ini bertahan melampaui seremoni kick off dan menghasilkan dampak nyata bagi perekonomian serta pelestarian budaya di sepanjang Anyer-Panarukan?



