Mercedes Uji Upgrade Kontroversial di Singapura: Antonelli Temukan Jawaban, Russell Masih Ragu
Baca dalam 60 detik
- Mercedes memilih strategi tidak lazim dengan memasang paket upgrade hanya pada mobil Kimi Antonelli di GP Singapura, sementara George Russell kembali ke spesifikasi lama.
- Antonelli menunjukkan lonjakan performa hingga dua detik di kualifikasi dan finis keempat, meski mengakui jendela operasional mobil masih sangat sempit.
- Russell menegaskan tim belum puas dengan hasil paket baru dan berharap sesi latihan bebas di Austin memberi ruang eksplorasi lebih luas.

Mercedes mengambil langkah tidak biasa di Grand Prix Singapura dengan hanya membekali satu mobil menggunakan paket upgrade terbaru. Kimi Antonelli, pembalap yang tengah memimpin klasemen Formula 1, mengendarai W17 dengan lantai dan sidepod revisi, sementara rekan setimnya George Russell kembali memakai spesifikasi lama setelah terkena penalti akibat melebihi kuota unit daya.
Keputusan ini menjadi taruhan strategis bagi tim yang biasanya menurunkan spesifikasi seragam untuk kedua pembalap. Pada sesi sprint qualifying Jumat, Russell justru tampil lebih cepat dengan rata-rata keunggulan enam persepuluh detik atas Antonelli. Namun, kecelakaan yang dialami Russell di sprint race mengubah dinamika, dan sejak itu performa mobilnya tidak kembali seperti semula.
Hasil kualifikasi Sabtu memperlihatkan paradoks. Kedua pembalap Mercedes sempat terpuruk di posisi 12 dan 13 pada Q1, tertinggal 1,2 detik dari Lewis Hamilton. Akan tetapi, Antonelli melesat dua detik di sesi berikutnya dan mengunci posisi keempat, hanya terpaut 0,189 detik dari Max Verstappen yang merebut pole. Peningkatan ini menjadi sinyal positif bahwa paket upgrade mulai menunjukkan potensinya, meski masih jauh dari ideal.
Antonelli mengakui bahwa W17 versi baru sempat terasa sangat sulit dan tidak dapat diprediksi. "Kami mulai melihat apa yang bisa diberikan paket ini. Namun, masih sulit menemukan jendela yang tepat. Kami melakukan perubahan besar pada set-up dan mobil tampak berada di tempat yang lebih baik, meski harus mengorbankan sedikit performa," ujarnya kepada Motorsport.com.
Ia menjelaskan bahwa jendela operasional mobil tetap sangat sempit dan sensitif, terutama saat kualifikasi. Setiap upaya mendorong lebih keras, memperlambat pengereman, atau menggabungkan lebih banyak input justru membuat mobil bereaksi berbeda. "Kemarin mobil terus meluncur, jadi kami mencoba menstabilkannya dengan mengorbankan sedikit performa aerodinamis. Hasilnya lebih baik, tetapi jendelanya tetap kecil," tambahnya.
"Sebagai tim, kami masih belum puas dengan posisi kami dengan paket baru. Kami sadar perlu melakukan penyesuaian set-up untuk mengompensasi perubahan, tetapi saat ini kami butuh lebih banyak waktu." โ George Russell
Russell mengakui kemajuan yang ditunjukkan Antonelli, namun menegaskan bahwa Mercedes belum kembali ke level performa biasanya. Menurutnya, tim perlu melakukan penyesuaian set-up untuk mengompensasi karakteristik paket baru. "Kami belum menyalakan layar waktu dengan api. Kami masih jauh dari kepuasan," tegasnya.
Antonelli berharap Grand Prix berikutnya di Circuit of The Americas, Austin, menjadi kesempatan lebih baik untuk memahami paket upgrade yang masih misterius. "Di Austin, kami kembali ke akhir pekan normal dan bisa mengeksplorasi lebih banyak. Idealnya kedua mobil memakai spesifikasi sama agar kami bisa mencoba hal berbeda. Tim telah bekerja keras membawa paket ini, dan itu meningkat di beberapa area, tetapi jelas menggeser jendela operasional," paparnya.
Ia menambahkan bahwa jika sebelumnya tim sempat kehilangan arah di Malaysia, kini mereka memiliki gambaran lebih jelas. "Kami hanya perlu terus bekerja dan mengeksplorasi. Saya yakin begitu menemukan jendela yang tepat, kami bisa memanfaatkan potensi paket ini," pungkasnya.
Bagi Mercedes, GP Singapura menjadi laboratorium berharga untuk mengevaluasi arah pengembangan. Dengan kompetisi yang semakin ketat, kemampuan beradaptasi dengan karakter mobil baru akan menentukan apakah mereka dapat mempertahankan dominasi musim ini. Akankah paket upgrade ini menjadi kunci kebangkitan, atau justru memperlebar ketidakpastian? Waktu di Austin akan memberi jawaban.



