Verstappen Menangi Sprint Singapura, Russell Crash dan McLaren Bertabrakan
Baca dalam 60 detik
- Max Verstappen mengunci kemenangan sprint race F1 Singapura setelah memanfaatkan kekacauan yang menimpa rival-rivalnya.
- George Russell kehilangan kendali di tikungan terakhir lap pertama, sementara dua pembalap McLaren saling bertabrakan di lap penutup.
- Hasil ini memperlebar jarak Verstappen di klasemen pembalap dan menambah tekanan pada tim-tim pesaing jelang balapan utama.

Max Verstappen tampil sebagai pemenang sprint race Formula 1 Grand Prix Singapura di Sirkuit Marina Bay, Sabtu (21/9/2024). Pebalap Red Bull itu start dari pole position dan tak terkejar hingga garis finis, meski sempat kehilangan posisi di awal lomba akibat manuver George Russell. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Verstappen dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.
Balapan sprint sepanjang 19 lap itu berlangsung dramatis sejak sebelum start. Hujan deras mengguyur lintasan 15 menit sebelum jadwal, membuat panitia menunda start selama setengah jam karena genangan air di Tikungan 2 dan 3. Ketika balapan akhirnya dimulai, kondisi trek terbelah: sebagian basah, sebagian mulai mengering. Seluruh pembalap memakai ban intermediate setelah dua lap formasi.
Russell, yang start di baris depan, melesat lebih cepat dari Verstappen dan merebut posisi terdepan sebelum Tikungan 1. Lewis Hamilton naik ke posisi ketiga dari urutan keenam. Namun keunggulan Russell tidak bertahan lama. Di akhir lap pertama, ia kehilangan kendali atas Mercedes-nya saat melewati kerb di tikungan terakhir dan menghantam dinding dalam. Insiden itu memaksa safety car turun dan menetralkan balapan selama lima lap.
Di belakang, kekacauan juga terjadi. Lance Stroll dan Sergio Perez bersenggolan di Tikungan 16, membuat Aston Martin milik Stroll berhenti di pembatas. Isack Hadjar mundur setelah melaporkan masalah engine braking. Arvid Lindblad sempat berputar dan melaju berlawanan arah sebelum kembali ke lintasan di posisi terakhir, sementara Franco Colapinto gagal finis karena masalah teknis.
Selepas safety car masuk, Verstappen mempertahankan posisi terdepan. Ia sempat dipepet Hamilton dengan selisih 0,7 hingga 1,4 detik antara lap ketujuh dan ke-11. Namun setelah itu, pebalap Belanda tersebut perlahan menjauh. Keunggulannya membengkak menjadi tiga detik di akhir lap 13 dan lima detik pada lap 16.
Ban intermediate menjadi faktor penentu. Trek yang sebagian besar kering membuat kompon ini cepat aus. Charles Leclerc mengeluhkan ban depannya 'hancur' dan kehilangan dua detik per lap dari rekan setimnya, Hamilton. Ferrari mulai tertekan oleh dua McLaren dan Kimi Antonelli yang mendekat tiga lap sebelum finis.
"Ban depan saya benar-benar habis," ujar Leclerc melalui radio tim, seperti dikutip Motorsport.com.
Ketegangan memuncak di lap terakhir. Lando Norris mencoba menyalip Oscar Piastri di sisi dalam, tetapi kedua mobil McLaren bersenggolan dan berputar. Norris, juara dunia bertahan, terpuruk ke posisi kedelapan, sedangkan Piastri harus rela finis di luar zona poin. Insiden ini merugikan McLaren delapan poin berharga dalam perebutan gelar konstruktor.
Verstappen akhirnya melintasi garis finis dengan keunggulan 2,6 detik atas Hamilton. Leclerc bertahan di posisi ketiga, diikuti Antonelli, Liam Lawson, Oliver Bearman, dan Nico Hulkenberg. Sementara itu, Pierre Gasly harus puas di urutan kesembilan setelah kehilangan beberapa posisi akibat insiden dengan Hulkenberg yang tidak berujung sanksi.
Bagi Verstappen, kemenangan sprint ini memperkuat posisinya di puncak klasemen pembalap. Ia mengumpulkan poin maksimal delapan poin, sementara rival terdekatnya, Norris, hanya menambah satu poin. Dengan balapan utama masih menyisakan 62 lap, persaingan di Marina Bay diprediksi tetap sengit, terutama dengan kondisi trek yang berpotensi berubah.
Akankah dominasi Verstappen berlanjut di balapan utama, ataukah McLaren dan Ferrari mampu bangkit? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa jam ke depan.



