Denny Hamlin Kejar Kyle Larson di Playoff NASCAR: Satu Kemenangan, Satu Langkah
Baca dalam 60 detik
- Denny Hamlin menilai peluang juara NASCAR bergantung pada kemenangan beruntun, dimulai dari Charlotte.
- Kyle Larson memulai playoff dengan rata-rata finis 2,2, sementara Hamlin kehilangan 15-20 poin di Las Vegas.
- Hamlin pernah bangkit dari defisit 100 poin melawan Tyler Reddick, bukti bahwa comeback mungkin terjadi.

Denny Hamlin tidak bisa berbuat banyak menghadapi dominasi Kyle Larson di awal Chase for the Championship. Pembalap Joe Gibbs Racing itu menyadari bahwa satu-satunya cara mengejar ketertinggalan adalah dengan fokus pada setiap balapan, bukan pada perolehan poin rivalnya. Larson, yang membela Hendrick Motorsports, memulai 10 balapan playoff dengan rata-rata finis 2,2 โ sebuah konsistensi yang membuat Hamlin harus bekerja ekstra keras.
Pekan lalu di Las Vegas Motor Speedway, Hamlin kehilangan sekitar 15 hingga 20 poin setelah melakukan kesalahan strategi. Ia memilih masuk pit saat caution, padahal bisa tetap di lintasan dan membuat Larson tertinggal satu lap. Hamlin sempat memimpin dua segmen awal, namun insiden spin di kerikil merusak splitter mobilnya. Larson hanya meraih satu poin stage, tetapi finis kedua dan membalikkan keadaan menjadi swing poin terbesar di playoff antara keduanya.
Menurut Hamlin, kunci untuk mengejar Larson adalah memenangkan balapan satu per satu. "Jika saya menang lima kali berturut-turut, kami akan menjadi juara," ujarnya di Charlotte Motor Speedway, Sabtu. "Saya tidak bisa menang lima kali berturut-turut tanpa menang satu kali dulu. Jadi fokuslah pada satu balapan, lalu lanjutkan." Ia menegaskan bahwa timnya tidak bisa mengontrol apa yang dilakukan tim No. 5, tetapi bisa mengendalikan hasil sendiri.
Hamlin mengakui bahwa performa timnya sejauh ini sudah solid, tetapi masih ada ruang untuk perbaikan. "Kami telah menjalani sekitar 30 balapan dengan baik, tetapi kami perlu tampil lebih baik lagi untuk menyalip mereka," katanya. Ia menyoroti balapan di Darlington sebagai contoh di mana timnya kehilangan poin berharga. Namun, ia menolak larut dalam penyesalan dan memilih fokus pada balapan berikutnya di Charlotte.
"Kami tidak bisa mengontrol apa yang dilakukan tim No. 5. Kami hanya bisa mengontrol hasil kami sendiri, dan itu yang tidak kami lakukan dengan baik pekan lalu." โ Denny Hamlin
Hamlin memiliki rekam jejak bangkit dari keterpurukan. Di musim reguler, ia berhasil menghapus defisit 100 poin dari Tyler Reddick dalam 10 balapan, sebagian besar melalui kemenangan. "Kami tahu itu bisa dilakukan," ujarnya. "Ini adalah musim yang baru. Apa yang terjadi di 25 balapan pertama tidak lagi relevan di playoff. Segalanya mungkin, dan jika kami menang, sisanya akan terurus."
Dengan lima balapan tersisa, tekanan ada pada Hamlin untuk tampil sempurna. Larson telah menunjukkan konsistensi luar biasa, tetapi playoff NASCAR sering kali menghadirkan kejutan. Akankah Hamlin mampu memanfaatkan peluang dan membalikkan keadaan, atau justru Larson yang semakin menjauh? Semua akan terjawab di lintasan, satu balapan demi satu balapan.



