HP EliteBoard G1a: PC dalam Keyboard, Solusi Mobile atau Beban Tambahan?
Baca dalam 60 detik
- HP merilis EliteBoard G1a, komputer pribadi yang dikemas dalam bodi keyboard ringan 0,67 kg dan menjalankan Windows 11 Pro dengan fitur AI Copilot+.
- Perangkat ini menyasar pekerja remote dan kantor dengan meja bersama, tetapi tetap memerlukan monitor atau kacamata XR untuk menampilkan visual.
- Dengan harga premium, EliteBoard G1a bersaing langsung dengan laptop konvensional yang menawarkan fungsionalitas lengkap tanpa periferal tambahan.

HP kembali menggebrak pasar komputasi personal dengan memperkenalkan EliteBoard G1a, sebuah PC lengkap yang disematkan ke dalam bodi keyboard setipis 1,79 cm dan seberat 0,67 kilogram. Perangkat ini menjalankan Windows 11 Pro dan mengusung prosesor AMD Ryzen AI 7 PRO 350, menjadikannya salah satu upaya paling berani dalam mendobrak form factor laptop konvensional.
Langkah HP ini muncul di tengah tren kerja hibrida yang menuntut perangkat portabel tanpa mengorbankan performa. EliteBoard G1a diposisikan sebagai jawaban bagi pekerja remote, tim yang berbagai meja, atau profesional yang sering berpindah lokasi. Dengan hanya dua kabel—satu untuk daya dan satu untuk output video—perangkat ini dapat dioperasikan layaknya desktop, namun bisa diselipkan ke dalam tas tanpa memberi beban berarti.
Dari sisi konektivitas, EliteBoard G1a mengandalkan dua port USB-C di bagian belakang. Jika monitor mendukung USB-C, koneksi langsung dapat dilakukan. Jika tidak, HP menyertakan dock yang menyediakan HDMI, Ethernet, serta jalur daya. Namun, ketergantungan pada perangkat eksternal ini menjadi catatan penting: tanpa monitor atau kacamata XR, EliteBoard tidak dapat berfungsi sepenuhnya.
Pengalaman mengetik menjadi salah satu nilai jual utama. Tutst tombol yang matte dengan klik halus disebut memberikan kenyamanan bahkan setelah digunakan berjam-jam. Sistem pendinginnya juga tergolong senyap, meski kipas mulai terdengar saat banyak tab terbuka. Untuk tugas perkantoran seperti mengelola surel, dokumen, dan aplikasi produktivitas, performanya responsif dan tidak mudah panas.
"Proposisi nilai EliteBoard G1a terasa sangat spesifik. Bagi sebagian orang, ini jawaban sempurna. Bagi yang lain, perangkat ini menambah pertimbangan dan memerlukan perangkat keras tambahan," demikian penilaian dalam ulasan tersebut.
Sayangnya, speaker bawaan dinilai tipis dan sulit didengar. Meski bukan masalah besar di lingkungan kantor yang banyak menggunakan headset Bluetooth, kualitas audio ini tetap menjadi kekurangan yang patut dicatat. Ditambah lagi, harga EliteBoard G1a yang premium membuatnya bersaing langsung dengan laptop kelas atas yang menawarkan layar, keyboard, dan trackpad dalam satu paket.
Di pasar Indonesia, perangkat seperti ini berpotensi menarik bagi perusahaan rintisan atau kantor konsultan yang menerapkan hot-desking, di mana meja kerja digunakan bergantian dan monitor sudah tersedia di setiap meja. Namun, bagi pekerja individu yang menginginkan perangkat all-in-one, laptop konvensional masih menjadi pilihan lebih praktis dengan harga setara.
Ke depan, keberhasilan EliteBoard G1a akan bergantung pada seberapa besar adopsi kacamata XR dan monitor portabel di kalangan pekerja mobile. Jika ekosistem periferal ini tumbuh, konsep PC dalam keyboard bisa menjadi standar baru. Sebaliknya, tanpa dukungan perangkat tambahan yang murah dan mudah diakses, EliteBoard G1a mungkin hanya menjadi solusi niche bagi segmen profesional tertentu.



