Raul Fernandez Kecam Bezzecchi Usai Insiden MotoGP Mandalika: 'Tidak Profesional'
Baca dalam 60 detik
- Raul Fernandez meraih pole position pertamanya di MotoGP Mandalika, tetapi terjatuh akibat tabrakan dengan Marco Bezzecchi pada sprint race.
- Fernandez menuduh Bezzecchi sengaja mendorongnya keluar dari garis balap dan menyebut tindakan itu tidak profesional.
- Insiden ini merugikan Aprilia karena kedua pembalap kehilangan peluang podium, sementara Fernandez mengalami patah jari dan belum pasti tampil di race utama.

Raul Fernandez mengungkapkan kemarahan besar terhadap Marco Bezzecchi setelah keduanya terlibat tabrakan pada tikungan pertama sprint race MotoGP di Sirkuit Mandalika, Sabtu (28/9). Pembalap Trackhouse Racing itu menyebut aksi rider pabrikan Aprilia tersebut sebagai tindakan tidak profesional yang merugikan tim.
Insiden terjadi saat kedua pembalap memasuki zona pengereman pertama. Bezzecchi melebar dan memaksa Fernandez ke sisi luar kerb. Saat keduanya mulai menikung ke kanan, efek akordeon membuat Bezzecchi tiba-tiba menegakkan motor dan kehilangan cengkeraman. Kedua RS-GP bertabrakan dan berakhir di gravel, menyia-nyiakan peluang kemenangan yang sudah di depan mata.
Fernandez, yang sebelumnya berhasil merebut pole position pertamanya di kelas premier, mengalami patah jari akibat insiden tersebut. Meski dinyatakan fit untuk membalap, ia masih ragu bisa tampil pada race utama Minggu karena tangannya sangat bengkak. Kekecewaannya semakin dalam karena merasa Bezzecchi mengabaikan instruksi tim agar kedua pembalap Aprilia tidak saling menghalangi.
"Kemarahan saya melebihi rasa sakit. Saya patah jari, dan tangan saya bengkak, tapi yang terburuk adalah frustrasi mengetahui Marco melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan," ujar Fernandez dengan nada tenang namun tegas.
Ia menambahkan bahwa sebelum balapan, sudah ada kesepakatan internal agar kedua pembalap tidak saling menjatuhkan karena keduanya memiliki pace kompetitif. "Saya sudah menjelaskan strategi saya, tetapi saya justru dihantam dan disingkirkan. Itu tidak profesional," lanjutnya.
Insiden ini menjadi pukulan bagi Aprilia yang tengah berjuang meningkatkan performa di musim 2025. Kehilangan dua pembalap potensial dalam satu kecelakaan tidak hanya merugikan poin konstruktor, tetapi juga mencoreng citra tim di mata penggemar, terutama di Indonesia yang menjadi tuan rumah seri Mandalika.
Bagi publik Indonesia, drama di Sirkuit Mandalika ini menambah catatan kelam dalam sejarah penyelenggaraan MotoGP di tanah air. Sebelumnya, sirkuit ini sempat mendapat sorotan terkait kondisi trek dan insiden lainnya. Kini, perseteruan antar pembalap di lintasan menjadi perhatian, meski tidak secara langsung memengaruhi industri pariwisata atau ekonomi lokal. Namun, citra Mandalika sebagai tuan rumah yang aman dan profesional bisa terdampak jika insiden serupa terus terjadi.
Fernandez berharap bisa turun di race utama untuk membuktikan kecepatannya, tetapi kondisi fisiknya masih diragukan. Sementara itu, Bezzecchi belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan tersebut. Manajemen Aprilia diyakini akan menggelar pertemuan internal untuk meredam ketegangan antara kedua pembalap.
Jika Fernandez absen, maka peluangnya meraih hasil maksimal di Mandalika sirna. Sebaliknya, jika ia tampil, sorotan akan tertuju pada interaksinya dengan Bezzecchi di lintasan. Akankah rivalitas ini memanas atau justru menjadi pelajaran bagi kedua pihak? Yang jelas, insiden ini telah mencoreng sportivitas yang dijunjung tinggi dalam balap motor.



