Modern Warfare 4 Buka Akses Awal DMZ 20 Oktober, Pramuat Untung Tiga Hari
Baca dalam 60 detik
- Activision mengumumkan mode DMZ di Modern Warfare 4 dapat dimainkan lebih awal mulai 20 Oktober 2025, khusus bagi pemain yang sudah melakukan pramuat.
- Perubahan besar dari versi beta: DMZ kini menawarkan markas operasi, sistem progresi operator, dan mekanisme hadiah buronan.
- Akses awal berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan kompetitif karena pemain pramuat memiliki keunggulan progresi selama tiga hari.

Activision secara resmi mengumumkan bahwa mode DMZ dalam Call of Duty: Modern Warfare 4 akan tersedia lebih awal pada 20 Oktober 2025, tiga hari sebelum peluncuran penuh game pada 23 Oktober. Akses awal ini hanya diberikan kepada pemain yang telah melakukan pramuat (preorder) atau memiliki salinan game sebelum tanggal tersebut. Sementara itu, mode kampanye juga dapat dimainkan lebih awal pada 16 Oktober bagi pemilik edisi apa pun.
Keputusan ini menandai pergeseran strategi Activision dalam memasarkan DMZ, yang sebelumnya hanya berupa mode beta. Kini DMZ diposisikan sebagai "pengalaman extraction shooter definitif" dari Call of Duty, lengkap dengan sistem pembangunan markas, progresi operator, dan mekanisme hadiah buronan. Langkah ini menempatkan DMZ bersaing langsung dengan judul extraction shooter mapan seperti Escape from Tarkov dan Hunt: Showdown, sekaligus memperluas cakupan genre di ekosistem Call of Duty.
Dalam blog resmi Call of Duty, pengembang menjelaskan bahwa Forward Operating Base (FOB) akan menjadi pusat aktivitas pemain di antara misi. Di sana, pemain dapat mengelola operator, merakit atau meningkatkan senjata, mengunjungi vendor, dan melakukan persiapan sebelum terjun ke medan tempur. Progresi operator juga diperdalam dengan level operator, bonus prestise, dan tiga jalur keterampilan yang berbeda. Selain itu, sistem MIA memungkinkan pemain menggunakan uang DMZ untuk menyelamatkan agen yang hilang, mirip dengan mekanisme dalam Rainbow Six Extraction.
"DMZ berkembang secara drastis dari beta sebelumnya menjadi pengalaman extraction shooter definitif Call of Duty," tulis pengembang dalam blog tersebut.
Meski menawarkan kedalaman baru, akses awal ini menuai kritik dari sebagian basis penggemar. Tiga hari tambahan untuk progresi dapat memberikan keuntungan signifikan bagi pemain pramuat, terutama dalam mode extraction yang menekankan risiko tinggi dan permainan penuh perhitungan. Asimetri ini dinilai lebih mengganggu dibandingkan di mode multiplayer atau Warzone, karena setiap keunggulan kecil dapat berdampak besar pada hasil pertempuran.
Dari perspektif industri, langkah Activision mencerminkan tren umum di kalangan penerbit game besar: memberikan insentif eksklusif untuk pembelian awal guna mendorong penjualan pramuat dan meningkatkan keterlibatan jangka panjang. Namun, praktik ini juga memicu perdebatan tentang keadilan kompetitif, terutama di game yang mengandalkan keseimbangan antar pemain. Beberapa pengamat menilai bahwa akses awal semacam ini bisa menjadi bumerang jika komunitas merasa dirugikan.
Bagi pasar Indonesia, di mana Call of Duty memiliki basis pemain yang solid, kebijakan ini berpotensi memengaruhi pola pembelian. Pemain yang ingin bersaing di papan atas mungkin merasa terdorong untuk melakukan pramuat demi mengejar ketertinggalan. Di sisi lain, harga game dan biaya tambahan untuk konten musiman bisa menjadi pertimbangan tersendiri di tengah daya beli yang beragam.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah keunggulan tiga hari akan cukup untuk menciptakan dominasi jangka panjang, atau justru memicu protes yang memaksa Activision menyesuaikan kebijakan. Dengan peluncuran Battlefield 6 season lima pada 13 Oktober, persaingan di genre shooter diprediksi semakin panas. Apakah pemain akan menerima model akses awal ini sebagai hal biasa, ataukah ini akan menjadi preseden yang merusak ekosistem kompetitif?



