Gears of War: E-Day Dapat Pujian Kritikus, Tapi Penjualan Awalnya Cuma 230 Ribu Kopi — Game Pass Jadi Biang Kerok?
Baca dalam 60 detik
- Gears of War: E-Day hanya terjual sekitar 230 ribu kopi pada periode awal, menurut estimasi Alinea Analytics, meski ulasan kritikus tergolong positif.
- Sebagian besar pemain mengakses game lewat Xbox Game Pass, dengan 1,7 juta pemain terdaftar dan 722 ribu di antaranya membayar upgrade Premium Edition.
- Analis menilai model Game Pass berpotensi mengkanibalisasi penjualan ritel game besutan Microsoft, memicu pertanyaan soal keberlanjutan bisnis flagship Xbox.

Gears of War: E-Day, prekuel yang dinanti dari seri shooter third-person besutan The Coalition, resmi meluncur pada 6 Oktober untuk Xbox Series X dan PC. Namun, di balik sambutan kritikus yang hangat, data awal menunjukkan penjualan ritelnya jauh dari ekspektasi. Estimasi Alinea Analytics menyebut game ini hanya terjual sekitar 230.000 kopi selama periode early access, dengan mayoritas pemain memilih mengaksesnya melalui langganan Xbox Game Pass.
Rincian angka yang dibagikan analis Alinea, Rhys Elliott, melalui platform X pada 9 Oktober mengungkap bahwa 168.000 kopi terjual di Steam, sementara 62.000 lainnya berasal dari Xbox (konsol dan PC). Meski penjualan di Steam mendominasi secara volume, Xbox justru menyumbang hampir tiga perempat dari total pendapatan game. Hal ini mengindikasikan bahwa banyak pemain Xbox yang tidak membeli game secara penuh, melainkan memanfaatkan Game Pass sebagai jalur utama.
Elliott menyoroti potensi kanibalisasi model Game Pass terhadap penjualan ritel. Menurutnya, tanpa kehadiran Game Pass di hari pertama, banyak pemain yang seharusnya membeli game dengan harga penuh $70. "Mereka membayar $30 untuk akses lima hari lebih awal atas sesuatu yang tidak mereka miliki," tulisnya. Pernyataan ini menggambarkan pergeseran perilaku konsumen dari memiliki game menjadi menyewa akses, yang berdampak langsung pada pendapatan pengembang dan penerbit.
Meski demikian, angka-angka ini belum dikonfirmasi resmi oleh Microsoft. Pihak Microsoft hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan. Sebagai catatan, data Alinea Analytics bersifat estimasi dan dapat berbeda dengan laporan keuangan internal perusahaan.
Dari sisi kualitas, Gears of War: E-Day menuai pujian luas. Polygon memuji combat, visual, dan kisah emosional Marcus Fenix serta Dominic Santiago pada masa Emergence Day, menyebutnya sebagai Gears terbaik meski memiliki kekurangan. IGN memberikan skor awal 9/10 untuk kampanye, sementara ScreenRant juga memberi 9/10. Kritik datang dari PC Gamer yang menyoroti pertempuran repetitif dan kampanye 20 jam yang melelahkan, serta GameSpot yang menilai game enggan keluar dari zona nyaman seri. Skor ini pun masih bisa berubah karena ulasan awal hanya mencakup mode kampanye single-player, tanpa akses ke mode Horde Siege dan multiplayer.
Bagi Microsoft, pertanyaan besarnya bukan sekadar soal review, melainkan apakah model Game Pass mampu menghadirkan pendapatan berkelanjutan dari waralaba unggulan. E-Day berhasil mengumpulkan basis pemain besar di Game Pass, tetapi estimasi Alinea menunjukkan bahwa basis tersebut tidak serta-merta membeli game dalam jumlah yang diharapkan. Ini menjadi ujian bagi strategi Microsoft yang mengandalkan langganan sebagai tulang punggung ekosistem Xbox.
Ke depan, industri akan mencermati apakah Microsoft akan menyesuaikan strategi day-one Game Pass untuk game besar, atau tetap pada pendiriannya dengan mengorbankan potensi penjualan ritel. Jika tren ini berlanjut, penerbit lain yang mengadopsi model serupa mungkin perlu menghitung ulang dampaknya terhadap pendapatan jangka panjang. Apakah Game Pass benar-benar menguntungkan, atau justru menggerus nilai jual game AAA? Waktu yang akan menjawab, tetapi data awal ini menjadi sinyal penting bagi para pemangku kepentingan.



