Panduan Dragon's Dogma 2: Dark Arisen – Misi 'A Direwolf's Delicacy' dan Rahasia Snowdeer Bones
Baca dalam 60 detik
- Misi sampingan 'A Direwolf's Delicacy' di DLC Dark Arisen meminta pemain memberikan camilan khusus untuk Freki dan anak-anaknya.
- Petunjuk dari handler mengarah pada Snowdeer Bones, yang hanya bisa didapat dari rusa salju di wilayah utara Norgan.
- Setelah memburu satu Snowdeer, pemain dapat kembali ke desa dan menyerahkan tulangnya untuk menyelesaikan misi.

Dragon's Dogma 2: Dark Arisen tidak hanya menyuguhkan quest utama dengan taruhan besar, tetapi juga deretan misi sampingan yang menuntut ketelitian. Salah satu yang paling membingungkan adalah 'A Direwolf's Delicacy', di mana pemain diminta memilih camilan yang tepat untuk Freki, serigala betina, dan anak-anaknya. Tantangannya, hampir semua item dalam game bisa diberikan, sehingga pemain harus mencari petunjuk tersembunyi.
Berbeda dari misi lain yang solusinya bisa ditebak, 'A Direwolf's Delicacy' mengandalkan dialog dengan handler serigala. Setiap kali pemain memberikan item acak, handler akan mengingat preferensi hewan tersebut, perlahan mengerucut pada satu jawaban. Pada akhirnya, ia akan mengarahkan pemain untuk berbicara dengan ayahnya, yang mengungkap bahwa camilan favorit Freki adalah Snowdeer Bones. Tulang rusa salju ini menjadi kunci penyelesaian misi.
Meski terdengar sederhana, mencari Snowdeer bisa menjebak. Banyak pemain mungkin mengira rusa yang berkeliaran di hutan sekitar desa adalah target yang tepat. Namun, itu bukan Snowdeer. Spesies yang dicari hanya ditemukan di ujung utara Norgan, khususnya area barat laut. Setelah berhasil memburu satu ekor, pemain dapat langsung kembali ke desa dan menyerahkan tulangnya kepada Freki.
"Petunjuk dari handler dan ayahnya adalah kunci. Tanpa mengikuti alur dialog, pemain bisa terjebak memberikan item sembarangan," demikian saran yang kerap muncul di komunitas.
Bagi pemain di Indonesia, misi seperti ini mengingatkan pada pentingnya eksplorasi dan membaca petunjuk dalam game open-world. Tidak jarang pemain Tanah Air mengeluhkan misi yang tidak memiliki penanda jelas, tetapi justru di situlah letak kepuasan tersendiri. Dragon's Dogma 2: Dark Arisen menuntut pemain untuk benar-benar menyimak narasi dan lingkungan, bukan sekadar mengikuti ikon di peta.
Ke depan, misi 'A Direwolf's Delicacy' bisa menjadi contoh bagaimana desain quest yang tidak instan mampu memperkuat keterlibatan pemain. Pertanyaannya, apakah pendekatan semacam ini akan diadopsi lebih luas dalam game RPG modern, atau justru ditinggalkan demi kenyamanan pemain kasual?



