Pony Island Gratis di Steam, Sinyal Pemanasan Menuju Sekuel Panda Circus
Baca dalam 60 detik
- Pony Island dapat dimiliki secara cuma-cuma di Steam hingga 12 Oktober 2026, bertepatan dengan musim horor dan persiapan sekuel.
- Game rilisan 2016 ini menjadi fondasi gaya meta-horor Daniel Mullins yang kemudian melahirkan Inscryption.
- Pony Island 2: Panda Circus dijadwalkan rilis 27 April 2027, dengan playtest Steam yang masih dibuka.

Pony Island, game meta-horor rilisan 2016 karya Daniel Mullins, kini dapat diklaim secara gratis di Steam hingga 12 Oktober 2026. Langkah ini bukan sekadar promosi musiman; ia menjadi penanda bahwa Mullins sedang memanaskan mesin menuju peluncuran sekuelnya, Pony Island 2: Panda Circus, yang dijadwalkan hadir 27 April 2027.
Bagi industri game independen, giveaway semacam ini adalah strategi membangun basis pemain sebelum judul baru menjejak pasar. Mullins, yang juga dikenal lewat Inscryption (2021), memanfaatkan momen Oktober—bulan yang identik dengan nuansa horor—untuk memperkenalkan kembali karya awalnya kepada generasi pemain yang mungkin belum mengenalnya. Pony Island sendiri mendapat pujian luas karena desain eksperimental dan narasi postmodern yang menolak dikotomi genre.
Game ini dimulai sebagai endless runner 2D bertema unicorn, lalu perlahan berbelok ke arah yang sama sekali tak terduga. Pemain diajak menembus berbagai genre demi membebaskan diri dari kabinet arkade terkutuk. Pola inilah yang kemudian menjadi tanda tangan kreatif Mullins: permainan yang secara sadar membongkar mediumnya sendiri. Setelah Pony Island, ia merilis The Hex (2018) yang mengusung enam tokoh dengan genre permainan berbeda, sebelum akhirnya meledak lewat Inscryption yang menggabungkan deckbuilding, escape room, dan roguelike.
Pony Island 2: Panda Circus pertama kali diumumkan di The Game Awards 2023 melalui trailer yang mencuri perhatian. Deskripsi di Steam menyebutnya sebagai "perjalanan phantasmagorical melintasi waktu, mitos, ketuhanan, dan video game." Narasinya mengikuti seorang pengembara muda yang mati sebelum sempat menaklukkan dunia, lalu terperangkap di The Earth Prison dan harus melarikan diri dari dewa-dewa bawah tanah dengan jiwa dan kewarasannya tetap utuh. Trailer terbaru bahkan mengisyaratkan bahwa sosok yang terperangkap itu adalah Temujin, atau lebih dikenal sebagai Genghis Khan.
"Ini bukan game tentang kuda poni," demikian bunyi deskripsi resmi di Steam, menegaskan bahwa sekuel ini akan jauh lebih gelap dan kompleks dari judulnya.
Mullins sebelumnya menyatakan bahwa sekuel ini akan menggabungkan genre-genre yang berjauhan. Trailer yang beredar telah memperlihatkan elemen real-time strategy, eksplorasi first-person, command prompt, hingga aksi 2D. Kombinasi ini menjanjikan pengalaman yang ganjil namun sulit dilupakan—sebuah ciri yang konsisten dalam setiap karya Daniel Mullins Games.
Bagi pasar Indonesia, fenomena giveaway dan playtest semacam ini punya relevansi tersendiri. Komunitas gamer lokal yang tumbuh pesat di platform digital seperti Steam dapat menjajal Pony Island tanpa biaya, sekaligus mengikuti playtest sekuelnya yang masih terbuka. Ini menjadi kesempatan untuk terlibat langsung dalam fase pengembangan game yang biasanya tertutup, sekaligus mengukur sejauh mana karya eksperimental seperti ini diterima di pasar Asia Tenggara.
Pertanyaannya kini: akankah Pony Island 2: Panda Circus mampu mengulang—atau bahkan melampaui—pengaruh Inscryption? Dengan jadwal rilis yang masih lebih dari setahun lagi, Mullins punya ruang untuk mematangkan visinya. Sementara itu, bagi pemain yang belum pernah mencicipi kekacauan kreatifnya, Pony Island yang gratis menjadi pintu masuk paling murah—dan paling aneh—untuk memahami mengapa nama Daniel Mullins layak diperhitungkan.


