Nivalis Nights: Simulasi Cyberpunk yang Lebih Ramah Kantong, Tawarkan Kehidupan Warga Biasa di Kota Neon
Baca dalam 60 detik
- Nivalis Nights, game simulasi kehidupan bergaya cyberpunk, baru saja dirilis dan langsung menawarkan diskon di Fanatical menjadi $22,49.
- Berbeda dari Cyberpunk 2077, pemain berperan sebagai warga biasa yang mengelola kedai mie, bukan pahlawan yang menyelamatkan kota.
- Dengan harga diskon dan gameplay yang cozy, game ini berpotensi menarik minat gamer Indonesia yang mencari pengalaman berbeda di genre cyberpunk.

Industri game kembali menghadirkan inovasi di genre cyberpunk melalui Nivalis Nights, sebuah simulasi kehidupan yang baru saja diluncurkan dan langsung menawarkan potongan harga di platform Fanatical. Berbeda dari judul-judul besar seperti Cyberpunk 2077 yang mengangkat kisah heroik melawan korporasi raksasa, game ini justru mengajak pemain merasakan kehidupan sehari-hari warga biasa di kota neon bernama Nivalis. Harga diskon menjadi $22,49 atau sekitar Rp350 ribu (kurs Rp15.600) menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi gamer yang ingin mencoba pengalaman baru tanpa harus merogoh kocek dalam.
Dalam Nivalis Nights, pemain memulai perjalanan sebagai pemilik kedai mie yang sebelumnya diwariskan oleh seseorang misterius. Tugas utama bukanlah menyelamatkan dunia, melainkan mengelola bisnis, berinteraksi dengan pedagang lain, dan membangun reputasi di lingkungan sekitar. Meski latar belakangnya gelap—ada jam malam, pembunuh berantai, dan persaingan bisnis yang keras—nuansa yang dihadirkan justru terasa hangat dan santai. Hujan yang membasahi trotoar, percakapan ringan dengan tetangga, hingga sabotase halus terhadap rival menjadi bumbu yang membuat game ini unik.
Dari sisi visual, Nivalis Nights mengusung gaya low-poly dengan warna-warna cerah yang mencolok, menciptakan kontras dengan tema cyberpunk yang biasanya suram. Pemain diajak mengembangkan kedai dari nol hingga menjadi tempat yang diperhitungkan di Meridian Market. Proses ini menantang namun tetap menghibur, seperti yang diungkapkan pengulas dari GameSpot yang menyebutnya sebagai perpaduan antara Stardew Valley dan Cyberpunk 2077, namun dengan sentuhan yang lebih manusiawi.
Bagi gamer Indonesia, kehadiran Nivalis Nights bisa menjadi alternatif menarik di tengah dominasi game aksi dan battle royale. Harga yang terjangkau serta kebutuhan spesifikasi yang kemungkinan tidak terlalu tinggi—mengingat gaya grafisnya—membuat game ini berpotensi digemari di komunitas lokal. Selain itu, tema kehidupan sehari-hari dalam balutan fiksi ilmiah mungkin resonan dengan pemain yang mencari pengalaman lebih santai namun tetap imersif. Namun, perlu dicatat bahwa game ini belum menyediakan bahasa Indonesia, sehingga pemain perlu memiliki kemampuan bahasa Inggris yang memadai.
"Nivalis Nights tidak menghilangkan elemen gelap cyberpunk, tetapi memberikan perspektif dari orang biasa," tulis ulasan GameSpot, seraya menambahkan bahwa game ini "layak dibeli dengan harga penuh, apalagi dengan diskon."
Meski demikian, tidak semua pemain mungkin cocok dengan tempo permainan yang lambat dan fokus pada interaksi sosial. Bagi yang mengharapkan aksi tembak-menembak atau misi epik, Nivalis Nights bisa terasa membosankan. Namun, bagi penggemar genre simulasi seperti Stardew Valley atau Animal Crossing, game ini menawarkan kedalaman yang berbeda dengan latar distopia yang jarang dijamah.
Ke depan, menarik untuk melihat apakah Nivalis Nights akan mendapatkan pembaruan konten atau dukungan komunitas yang dapat memperpanjang umur permainannya. Dengan harga diskon yang terbatas, para gamer yang penasaran sebaiknya segera memanfaatkan penawaran ini sebelum kembali ke harga normal. Apakah game ini akan menjadi sleeper hit di Indonesia, mengingat besarnya pasar game indie di tanah air? Waktu yang akan menjawab, tetapi setidaknya Nivalis Nights telah menawarkan alternatif segar di genre yang sudah lama didominasi kekerasan.



