Nintendo Buka Suara Soal GTA 6 di Switch 2: Belum Ada Rencana, Fokus pada Call of Duty
Baca dalam 60 detik
- Nintendo of America tidak memberikan konfirmasi mengenai potensi GTA 6 hadir di Switch 2, menyerahkan keputusan kepada Take-Two dan Rockstar.
- Kehadiran Call of Duty: Modern Warfare 4 di Switch 2 menjadi sinyal bahwa Nintendo serius menarik gamer hardcore dan penerbit pihak ketiga.
- Peringatan 40 tahun Zelda diwarnai remake Ocarina of Time, film live-action 2027, dan konser terbatas, menegaskan strategi Nintendo memadukan nostalgia dengan ekspansi audiens.

Nintendo angkat bicara mengenai spekulasi kehadiran Grand Theft Auto 6 di konsol Switch 2. Presiden Nintendo of America, Devon Pritchard, menyatakan bahwa pihaknya belum dapat mengumumkan apa pun terkait game besutan Rockstar tersebut. Pernyataan ini menepis harapan sebagian penggemar yang berharap Switch 2 mampu menjalankan salah satu game paling dinanti dekade ini.
Dalam wawancara dengan Variety, Pritchard menegaskan bahwa Switch 2 baru saja memasuki fase awal. Ia berharap peningkatan performa grafis konsol tersebut dapat mendorong lebih banyak game AAA dari pengembang pihak ketiga. "Kami baru di awal melihat apa yang bisa dilakukan Nintendo Switch 2," ujarnya, seraya menambahkan bahwa konsol ini tidak hanya untuk anak-anak dan keluarga, tetapi juga mampu menyajikan beragam pengalaman bermain.
Pritchard tidak menjanjikan apa pun untuk penggemar GTA 6. "Itu akan menjadi pembicaraan antara Take-Two dan Rockstar, tetapi belum ada yang bisa kami umumkan saat ini," katanya. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa keputusan membawa GTA 6 ke Switch 2 sepenuhnya berada di tangan penerbit dan pengembang, bukan Nintendo.
Meski demikian, kehadiran Call of Duty: Modern Warfare 4 di Switch 2 menjadi sinyal positif. Ini adalah pertama kalinya waralaba tersebut menyentuh konsol Nintendo setelah lebih dari sepuluh tahun. Langkah ini dinilai sebagai upaya Nintendo memperluas basis pengguna dan menarik gamer hardcore yang biasanya memilih PlayStation atau Xbox.
"Kami ingin memberikan diversitas dalam hal jenis pengalaman yang bisa Anda dapatkan di sistem ini." โ Devon Pritchard, Presiden Nintendo of America
Sementara itu, Nintendo tengah bersiap merayakan 40 tahun waralaba The Legend of Zelda. Berbagai acara telah diumumkan, termasuk remake Ocarina of Time yang akan rilis akhir tahun ini, film live-action yang dijadwalkan tayang 30 April 2027, serta seri konser terbatas. Pritchard berharap rangkaian perayaan ini dapat menarik pendatang baru sekaligus memuaskan penggemar setia.
"Apa pun yang akan kami lakukan akan dipikirkan dengan matang dan hati-hati," tegas Pritchard. Pernyataan ini menegaskan bahwa Nintendo tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan strategis, termasuk soal porting game besar.
Bagi pasar Indonesia, dinamika ini patut dicermati. Switch 2 diprediksi akan menjadi salah satu konsol paling laris di Tanah Air, terutama dengan hadirnya Call of Duty yang selama ini identik dengan PC dan PlayStation. Jika GTA 6 suatu saat masuk, hal itu bisa mengubah lanskap pasar konsol domestik secara signifikan. Namun, hingga kini, penggemar Indonesia tampaknya harus bersabar dan menantikan keputusan Rockstar.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah Nintendo akan mampu meyakinkan Take-Two dan Rockstar bahwa Switch 2 layak menjadi rumah bagi GTA 6. Ataukah game sebesar itu akan tetap eksklusif di platform yang lebih mapan? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: Nintendo tidak ingin terburu-buru.



