Dean James Ungkap Peran Tersembunyi di Balik Gelar Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- Dean James menjadi salah satu penentu kemenangan Indonesia atas Thailand lewat gol tendangan bebas dan eksekusi penalti.
- Pemain Go Ahead Eagles itu mengaku secara sukarela meminta tugas sebagai algojo kepada pelatih John Herdman.
- Kemenangan ini disebut Dean James melampaui pencapaiannya saat meraih Piala KNVB bersama klub Belanda dua musim lalu.

Gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 yang diraih Timnas Indonesia ternyata menyimpan kisah menarik dari salah satu pemainnya, Dean James. Pemain berusia 26 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya secara aktif meminta kepada pelatih John Herdman untuk menjadi eksekutor penalti dalam laga final melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026) malam WIB.
Dalam pertandingan yang berakhir 2-2 hingga perpanjangan waktu, Indonesia akhirnya menang 4-2 melalui adu penalti. Emil Audero memang menjadi pahlawan dengan menggagalkan tendangan eksekutor keempat Thailand, Nattapong Sayriya. Namun, kontribusi Dean James tak bisa diabaikan. Masuk sebagai pengganti Thom Haye di babak kedua, ia langsung memberikan dampak signifikan di sisi sayap kiri.
Gol tendangan bebasnya di menit ke-84 sempat membawa Indonesia unggul dan berpotensi menjadi penentu kemenangan di waktu normal. Sayangnya, Thailand mampu menyamakan kedudukan tiga menit kemudian melalui Klas Sanron. Bahkan di babak perpanjangan waktu, Thailand sempat unggul lewat Peeradol Chamrasamee meski bermain dengan 10 orang. Elkan Baggott kemudian menyelamatkan Indonesia dengan gol penyama kedudukan di menit ke-116, memaksa laga berlanjut ke adu penalti.
Dalam adu penalti, Dean James dipercaya sebagai eksekutor kedua setelah Kevin Diks. Dengan tenang, ia melepaskan sepakan kaki kirinya ke arah kanan gawang, menaklukkan kiper Saranon Anuin yang bergerak ke arah berlawanan. Keberaniannya mengambil tanggung jawab tersebut bukan tanpa alasan. "Saya tahu saya bisa mengeksekusi penalti. Jadi, saya langsung bilang ingin mengambilnya. Saya sedang dalam kondisi fokus dan merasa siap," ujar Dean James kepada media Belanda, Oost Sport, seperti dikutip.
"Tentu saja, ada tekanan besar di situ. Tapi kalau masuk, ya masuk. Kalau gagal, setidaknya saya sudah mencobanya. Saya selalu berpikir positif."
Dean James
Kisah di balik golnya juga penuh drama. Dean James sempat mengira golnya akan menjadi penentu kemenangan. "Saya sempat berpikir bahwa saya telah mencetak gol kemenangan. Lalu keadaan berbalik, dan tentu saja saya merasa kecewa. Pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu dan kami sempat tertinggal. Untungnya, kami berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan akhirnya menang lewat adu penalti," tuturnya.
Bagi Dean James, momen ini terasa sangat istimewa. Ia mengaku belum pernah merasakan sensasi juara seperti ini, bahkan mengalahkan keberhasilannya menjuarai Piala KNVB bersama Go Ahead Eagles dua musim lalu. "Saya belum pernah merasakan sensasi seperti itu sebelumnya. Emosi pun meluap-luap. Apalagi dengan dukungan orang-orang di belakang kami. Kami juga memiliki tim yang solid. Semuanya sungguh indah. Saya sangat bahagia bisa mengalaminya," tandasnya.
Kemenangan ini tidak hanya menjadi prestasi bagi Timnas Indonesia, tetapi juga menunjukkan kedalaman skuad dan mentalitas pemain. Keberanian Dean James mengambil tanggung jawab di momen krusial menjadi cerminan karakter tim yang solid. Ke depan, performa apiknya di level internasional bisa menjadi modal berharga bagi kariernya bersama klub maupun Timnas Indonesia.



