Persita Belum Terkalahkan, Rayco Rodriguez: Dua Laga Berat Menanti
Baca dalam 60 detik
- Persita Tangerang masih tanpa kekalahan setelah empat pekan BRI Super League 2026/2027 dengan koleksi delapan poin.
- Kemenangan dramatis 2-1 atas Garudayaksa FC menjadi modal berharga sebelum menghadapi Persija Jakarta dan Bali United.
- Rayco Rodriguez menegaskan euforia harus segera diredam karena tiga laga kandang bulan ini berpotensi menguras energi.

Persita Tangerang menjaga rekor tak terkalahkan di BRI Super League 2026/2027, tetapi penyerang sayap Rayco Rodriguez langsung memberi peringatan bahwa ujian sesungguhnya baru akan datang. Dua kemenangan dan dua hasil imbang dari empat pertandingan menempatkan Pendekar Cisadane di peringkat kelima dengan delapan poin, namun jadwal Oktober menyajikan dua lawan yang jauh lebih berat: Persija Jakarta dan Bali United.
Kemenangan dramatis 2-1 atas Garudayaksa FC di Banten International Stadium, Serang, Sabtu (10/10/2026), memang layak dirayakan. Gol Aleksa Andrejic pada menit 90+2 memastikan tiga poin di hadapan pendukung sendiri, Laskar Benteng Vila. Namun, Rodriguez menilai momentum itu tidak boleh membuat tim terlena. Menurutnya, tiga pertandingan kandang yang tersisa bulan ini justru menjadi fase paling menentukan dalam kalender Persita.
"Kami akan menghadapi Persija Jakarta dan Bali United. Mereka tim yang sangat bagus," ujar Rodriguez, dikutip dari pernyataannya usai laga. Ia menambahkan bahwa tiga poin atas Garudayaksa FC berfungsi ganda: memperkuat kepercayaan diri pemain sekaligus menjaga semangat suporter menjelang bentrokan melawan Macan Kemayoran.
Persija saat ini menjadi satu-satunya tim dengan rekor sempurna. Empat kemenangan beruntun membuat Macan Kemayoran mengoleksi 12 poin dan belum sekalipun kehilangan angka. Sementara Bali United, yang berada di posisi ketiga dengan sembilan poin, tetap menjadi ancaman serius karena kombinasi pengalaman dan kedalaman skuad. Bagi Persita, dua laga ini bukan sekadar ajang pembuktian kualitas, melainkan juga penentu apakah mereka layak dianggap sebagai penantang gelar atau hanya penghuni papan tengah.
Pelatih Carlos Pena dihadapkan pada tugas berat untuk menjaga keseimbangan fisik dan mental pemain. Tiga pertandingan kandang dalam satu bulan bisa menjadi berkah karena dukungan langsung suporter, tetapi juga bisa menjadi bumerang jika hasil tidak sesuai harapan. Tekanan untuk tampil agresif di hadapan publik sendiri sering kali membuat tim kehilangan fokus, terutama ketika menghadapi lawan yang secara kualitas di atas kertas lebih unggul.
"Tiga poin ini membuat kami percaya diri, baik untuk tim maupun suporter, menatap laga selanjutnya." โ Rayco Rodriguez
Rodriguez, pemain asal Spanyol berusia 29 tahun, menjadi salah satu sosok penting dalam skema serangan Persita. Pengalamannya di kompetisi Indonesia membuat ia memahami betul ritme pertandingan melawan tim-tim besar. Ia menekankan bahwa kepercayaan diri yang terbangun dari kemenangan atas Garudayaksa FC harus diubah menjadi fokus, bukan euforia berlebihan.
Dari kacamata taktik, Persita perlu memperbaiki efektivitas lini depan. Dua kemenangan yang diraih memang berbuah tiga poin, tetapi prosesnya tidak selalu mulus. Gol kemenangan di masa injury time menunjukkan bahwa tim masih bergantung pada momen-momen krusial, bukan dominasi permainan. Menghadapi Persija yang memiliki pertahanan disiplin dan Bali United yang lincah di lini tengah, Persita dituntut lebih efisien dalam memanfaatkan peluang.
Konteks kompetisi juga menambah bobot laga ini. BRI Super League 2026/2027 baru berjalan empat pekan, tetapi persaingan di papan atas sudah ketat. Poin yang hilang di awal musim sering kali sulit dikejar di putaran kedua. Bagi Persita, hasil melawan Persija dan Bali United akan menentukan apakah mereka mampu bertahan di jalur persaingan gelar atau harus puas bersaing di papan tengah.
Di sisi lain, suporter Persita, Laskar Benteng Vila, memiliki peran besar dalam menciptakan atmosfer intimidatif di Banten International Stadium. Dukungan penuh mereka bisa menjadi energi tambahan, terutama saat tim menghadapi tekanan dari lawan yang lebih diunggulkan. Namun, ekspektasi yang tinggi juga bisa berbalik menjadi beban jika pemain tidak mampu mengelola tekanan dengan baik.
Rodriguez dan rekan-rekannya memiliki peluang untuk membuktikan bahwa rekor tak terkalahkan bukan sekadar kebetulan. Jika mampu melewati dua laga berat dengan hasil positif, Persita tidak hanya memperkuat posisi di klasemen, tetapi juga mengirim sinyal ke seluruh kompetisi bahwa mereka serius bersaing di level teratas. Sebaliknya, kekalahan bisa mengguncang kepercayaan diri yang baru saja dibangun.
Pertanyaan besarnya kini: apakah Persita mampu mempertahankan momentum, atau justru terhenti oleh kekuatan Persija dan Bali United? Jawabannya akan terlihat dalam sepekan ke depan, dimulai dari bentrokan melawan Macan Kemayoran pada 17 Oktober.



