Timnas Indonesia Dijadwalkan Uji Coba di Amman, Tiga Keuntungan Menanti Jelang Piala Asia 2027
Baca dalam 60 detik
- Federasi Sepak Bola Yordania mengumumkan laga melawan Indonesia pada 13 November 2026 di Stadion Internasional Amman, namun PSSI belum memberikan konfirmasi resmi.
- Duel ini menjadi simulasi berharga bagi skuad Garuda untuk mengasah taktik melawan tim Asia Barat, terutama menjelang pertemuan dengan Qatar di Grup F Piala Asia 2027.
- Kemenangan atas Yordania berpotensi mendongkrak peringkat FIFA Indonesia dari posisi 116 ke peringkat 114-115 dunia, sekaligus menambah sekitar 7-10 poin.

Timnas Indonesia berpeluang melakoni laga uji coba internasional melawan Yordania pada 13 November 2026 di Stadion Internasional Amman. Jadwal tersebut diumumkan oleh Federasi Sepak Bola Yordania (JFA) melalui kanal resminya, meski hingga kini PSSI belum mengeluarkan pernyataan resmi. Dalam agenda yang sama, Yordania juga dijadwalkan menjamu Australia pada 17 November 2026.
Bagi pelatih John Herdman, pertemuan ini bukan sekadar laga pemanasan. Setelah mengantar Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026, ia membutuhkan lawan berkualitas untuk mengukur sejauh mana perkembangan skuad Garuda, terutama menghadapi tim-tim dengan karakter permainan berbeda. Yordania, yang baru pertama kali tampil di putaran final Piala Dunia 2026, menawarkan tantangan fisik dan taktis yang jarang ditemui di kawasan ASEAN.
Piala Asia 2027 di Arab Saudi tinggal menyisakan hitungan bulan. Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Menghadapi Yordania memberi kesempatan emas untuk mempelajari gaya permainan tim Teluk, yang secara karakteristik mirip dengan Qatar. Yordania dikenal mengandalkan pertahanan rapat, disiplin tinggi, serta transisi cepat dari bertahan ke menyerang. Pola inilah yang membawa mereka menjadi runner-up Piala Asia 2023 dan menembus Piala Dunia 2026.
Meski tampil buruk di Piala Dunia 2026 dengan tiga kekalahan beruntun, pengalaman Yordania tetap menjadi modal berharga. Mereka menjadi bulan-bulanan Austria (1-3), Aljazair (1-2), dan Argentina (1-3), tetapi keikutsertaan di turnamen terbesar itu mempercepat pematangan tim. Bagi Indonesia, menghadapi tim berjuluk Al Nashama ini adalah cara efektif untuk mengasah ketahanan mental dan fisik pemain di level kompetitif.
"Yordania adalah lawan yang tepat untuk mengukur kesiapan kami. Mereka punya organisasi permainan yang matang dan pengalaman di Piala Dunia," ujar seorang pengamat sepak bola nasional, menanggapi potensi laga tersebut.
Dari sisi peringkat, laga ini juga menawarkan keuntungan signifikan. Dengan posisi Indonesia di peringkat 116 dan Yordania di peringkat 72, kemenangan akan memberikan tambahan poin besar. Perolehan 7-10 poin dapat mengangkat Indonesia melewati Tanzania, Kenya, atau Libya, dan menempatkan skuad Garuda di peringkat 114-115 dunia. Poin ini krusial untuk menentukan pot dalam undian turnamen mendatang.
Namun, PSSI belum mengonfirmasi kesepakatan tersebut. Jika terwujud, ini akan menjadi uji coba internasional pertama Indonesia di markas tim Asia Barat sejak lama. Herdman punya kesempatan untuk mengevaluasi pemain-pemain yang berkarier di luar negeri, termasuk Kevin Diks dan rekan-rekan, sebelum kompetisi resmi bergulir.
Pertanyaannya, apakah PSSI akan segera merespons sinyal dari Yordania? Jika laga ini benar terjadi, hasil di Amman bisa menjadi barometer realistis bagi ambisi Indonesia di Piala Asia 2027. Sebaliknya, kegagalan mewujudkannya akan menyisakan celah persiapan yang sulit ditutup di tengah padatnya kalender kompetisi.



