Stadion Brawijaya Berbenah: Pagar Baru Persik Kediri dan Sinyal Serius Menuju Standar Keamanan Liga
Baca dalam 60 detik
- Pemkot Kediri mengganti pagar pembatas Stadion Brawijaya yang jebol, dimulai dari sisi selatan tribune Utama A hingga Ekonomi Tenggara.
- Penilaian risiko Polda Jatim naik dari 62 ke 65, dengan target seluruh pagar baru terpasang tahun ini.
- Langkah ini menjadi ujian bagi pengelola liga dalam memenuhi standar keselamatan penonton secara konsisten.

Stadion Brawijaya Kediri memasuki babak baru perbaikan infrastruktur menjelang laga pekan keempat BRI Super League 2026/2027 antara Persik Kediri dan Madura United. Pagar pembatas penonton yang sebelumnya jebol pada laga perdana kontra Dewa United kini diganti dengan konstruksi baru setinggi tiga meter dan panjang seratus meter, mencakup lingkar selatan tribune Utama A hingga tribune Ekonomi Tenggara. Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan dan keamanan suporter saat menyaksikan pertandingan.
Ketua Panpel Persik, Tri Widodo, mengungkapkan bahwa prioritas utama adalah memperbaiki bagian yang rusak. "Fokus pertama memang pagar yang jebol kemarin. Polda Jatim juga sudah melakukan risk and assessment. Nilainya meningkat dari 62 jadi 65. Penilaian akan naik lagi jika semua pagar pembatas baru terpasang semua," ujarnya. Peningkatan skor risiko ini menunjukkan bahwa perbaikan fisik berdampak langsung pada penilaian kelayakan stadion, yang menjadi syarat penting dalam kompetisi profesional.
Proses penggantian pagar dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan jeda FIFA Matchday yang berlangsung sekitar 20 hari. Tri Widodo menjelaskan bahwa bagian tersulit adalah pembuatan fondasi, sementara rangka pagar telah dirakit di bengkel. "Setelah pertandingan lawan Madura United pagar disambung lagi ke tribune Ekonomi arah Timur Laut. Pemasangan pagar baru disesuaikan dengan laga Persik. Saat tim tandang, pagar dipasang lagi. Semoga tahun ini semua pagar baru sudah terpasang semua," tambahnya.
Perbaikan ini bukan sekadar proyek fisik. Sejak renovasi besar pada 2003, baru kali ini pagar pembatas penonton diganti secara menyeluruh. Artinya, ada kesadaran bahwa infrastruktur keselamatan tidak bisa lagi ditawar. Dalam beberapa tahun terakhir, insiden di stadion sepak bola Indonesia menjadi sorotan, mendorong pemerintah dan operator liga untuk meningkatkan standar. Langkah Pemkot Kediri bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang memiliki stadion berusia tua.
"Kami berharap dengan pagar baru ini, penonton merasa lebih aman dan pertandingan berjalan lancar. Keamanan adalah prioritas utama," ujar Tri Widodo.
Dari perspektif manajemen liga, peningkatan skor risk assessment menjadi indikator bahwa perbaikan infrastruktur berkontribusi pada kualitas kompetisi. Skor yang lebih tinggi dapat membuka peluang Stadion Brawijaya menjadi tuan rumah pertandingan penting, termasuk laga internasional. Namun, tantangan tetap ada: konsistensi perawatan dan pemeliharaan jangka panjang. Jika pagar baru hanya dipasang menjelang laga kandang, ada risiko penurunan kualitas saat tim tandang.
Ke depan, publik akan menantikan apakah target penyelesaian seluruh pagar pada tahun ini tercapai. Jika berhasil, Stadion Brawijaya bisa menjadi tolok ukur bagi stadion lain di Indonesia. Sebaliknya, jika tersendat, pertanyaan tentang komitmen terhadap keselamatan penonton akan kembali mencuat. Bagaimana pun, langkah awal ini patut diapresiasi sebagai upaya serius memperbaiki wajah sepak bola nasional.



