Mitchell Weiser: 14 Bulan Absen, Gol Dramatis, dan Momen yang Tak Terlupakan
Baca dalam 60 detik
- Mitchell Weiser kembali setelah 14 bulan cedera ligamen lutut dan mencetak gol kemenangan dramatis melawan Augsburg.
- Pemain berusia 32 tahun itu menyebut comeback-nya seperti film murahan, tetapi menjadi salah satu momen paling emosional dalam kariernya.
- Weiser menargetkan kembali ke starting XI dan siap menghadapi Borussia Dortmund pada laga berikutnya.

Mitchell Weiser akhirnya kembali merumput setelah 14 bulan menepi karena cedera ligamen lutut. Pemain Werder Bremen itu mencetak gol kemenangan dramatis melawan Augsburg, mengubah defisit 0-2 menjadi kemenangan 3-2, dan menyebut momen tersebut sebagai salah satu yang paling emosional dalam kariernya.
Weiser mengalami cedera ligamen krusiat di lutut kanannya saat sesi latihan pada Juli tahun lalu, yang membuatnya absen sepanjang musim 2025/26. Kembalinya ia ke lapangan pada matchday ketiga musim ini disambut dengan sorakan penggemar, dan seminggu kemudian ia mencetak gol penentu kemenangan di masa injury time. Bagi pemain berusia 32 tahun itu, ini bukan sekadar comeback biasa, melainkan pembuktian bahwa kerja keras dan keyakinan diri membuahkan hasil.
Dalam wawancara eksklusif dengan Bundesliga.com, Weiser mengungkapkan bahwa ia sempat membayangkan comeback-nya berakhir dengan gol. "Saya selalu membayangkan itu berakhir dengan gol. Lalu benar-benar terjadi, di pertandingan kedua saya kembali, di kandang sendiri di depan penggemar kami, masuk saat kami tertinggal, lalu menyamakan kedudukan dan mencetak gol kemenangan di masa tambahan waktu – itu benar-benar seperti film murahan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa momen tersebut adalah konfirmasi dari semua kerja keras yang ia lakukan selama masa rehabilitasi.
"Saya tidak pernah berpikir untuk pensiun sedetik pun. Tapi saya banyak berpikir tentang pemain-pemain yang saya kenal sejak muda yang mengalami cedera dan terus bangkit. Mereka pantas mendapatkan rasa hormat yang besar." - Mitchell Weiser
Selama masa pemulihan, Weiser mengaku sempat mengalami masa-masa sulit. Ia harus menyaksikan timnya tampil tidak konsisten tanpa bisa membantu. Namun, ia tetap menjalani rutinitas rehabilitasi dengan sikap positif. "Ada hari-hari atau bahkan minggu-minggu di mana semuanya tidak berjalan baik. Tapi saya selalu mencoba untuk tetap kritis terhadap diri sendiri dan terus bekerja. Sikap itulah yang akhirnya menyelamatkan kami di liga," kenangnya.
Dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam proses pemulihannya. Weiser mengaku sangat berterima kasih kepada istri dan anak-anaknya. "Rumah selalu menjadi tempat kenyamanan saya, tetapi selama masa itu bahkan lebih dari biasanya. Sisi positif dari cedera ini adalah saya punya lebih banyak waktu bersama anak-anak dan istri saya," tuturnya.
Mengenai gol dramatis ke gawang Augsburg, Weiser menggambarkan bagaimana umpan Marco Grüll menjadi kunci terciptanya gol tersebut. "Tanpa cara Grüll mengontrol bola, semua itu tidak akan terjadi. Dia mengirim bola dengan sempurna ke jalur saya. Dalam milidetik sebelum saya menendang, saya tahu bola akan masuk. Tidak ada kemungkinan lain," jelasnya. Ia merasa momen itu adalah bukti bahwa segala sesuatu dalam hidup ini layak diperjuangkan.
Weiser juga menyoroti peran penting Niclas Füllkrug yang kembali ke Bremen dan Marco Grüll yang sedang dalam performa terbaik. Menurutnya, kehadiran Füllkrug memberikan energi dan pengalaman di lini depan, sementara Grüll menunjukkan profesionalisme luar biasa. "Saya sangat bangga pada Grüll. Dia selalu bekerja keras untuk tim, dan sekarang hasilnya terlihat," ujarnya.
Ke depan, Weiser menargetkan untuk segera kembali ke starting XI dan tampil penuh selama 90 menit. Ia juga menyadari bahwa timnya masih perlu banyak pembenahan. "Kami masih harus terus menemukan jati diri. Menang melawan Augsburg itu bagus, tapi kami masih punya banyak pekerjaan rumah," katanya. Laga berikutnya melawan Borussia Dortmund di kandang Dortmund menjadi ujian berat. "Dortmund adalah salah satu tim terbaik di Eropa saat ini. Kami butuh performa puncak, tapi saya yakin kami mampu," pungkasnya.
Comeback Weiser tidak hanya menjadi cerita inspiratif bagi penggemar sepak bola, tetapi juga menunjukkan betapa pentingnya mentalitas dan dukungan keluarga dalam menghadapi cedera panjang. Dengan semangat yang ia tunjukkan, bukan tidak mungkin ia akan kembali menjadi pilar penting Werder Bremen musim ini.



