Ronaldo Cetak Gol ke-980, Al Nassr Beri Dukungan di Tengah Drama Timnas Portugal
Baca dalam 60 detik
- Cristiano Ronaldo mencetak gol ke-980 dalam karier profesionalnya saat Al Nassr mengalahkan Al Diriyah 3-0 di Saudi Pro League.
- Suporter Al Nassr membentangkan spanduk 'Greatness Is Earned' dan meneriakkan nama Ronaldo pada menit ketujuh sebagai bentuk dukungan usai polemik dengan Timnas Portugal.
- Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan Portugal setelah tidak dimainkan dalam laga Nations League melawan Norwegia, memicu spekulasi soal sanksi federasi.

Cristiano Ronaldo kembali mencuri perhatian setelah mencetak gol ke-980 sepanjang karier profesionalnya dalam kemenangan 3-0 Al Nassr atas Al Diriyah pada lanjutan Saudi Pro League, Sabtu (10/10/2026) dini hari WIB. Gol tersebut menjadi jawaban sekaligus penanda kembalinya Ronaldo ke lapangan hijau bersama klubnya, setelah insiden kepergiannya dari pemusatan latihan Timnas Portugal pekan lalu.
Megabintang berusia 41 tahun itu tampil sebagai starter dan membuka keunggulan Al Nassr pada menit ke-23. Ia menyambar bola muntah setelah Kingsley Coman, mantan winger Bayern Munchen, melakukan penetrasi panjang sebelum melepaskan tembakan yang gagal diamankan kiper Al Diriyah, Waleed Ali. Al Nassr menggandakan keunggulan melalui Samu Costa pada menit ke-35, sebelum Coman memastikan kemenangan 3-0 lewat golnya pada menit ke-77.
Kemenangan ini tidak lepas dari atmosfer dukungan yang diberikan suporter Al Nassr. Sebelum pertandingan dimulai, mereka membentangkan spanduk besar bertuliskan "Greatness Is Earned" atau kebesaran harus diraih dengan usaha, lengkap dengan nomor ikonik Ronaldo, tujuh. Dukungan berlanjut ketika para suporter meneriakkan namanya pada menit ketujuh pertandingan, sebuah gestur yang kontras dengan polemik yang tengah memanas di Portugal.
Kembalinya Ronaldo ke Al Nassr terjadi setelah ia meninggalkan skuad Timnas Portugal. Peristiwa itu bermula ketika Ronaldo tidak dimainkan saat Portugal menang 2-1 atas Norwegia dalam laga UEFA Nations League pada 27 September 2026. Ronaldo kemudian mengungkapkan bahwa pelatih Portugal, Jorge Jesus, telah mengingkari janjinya kepada dirinya. Situasi tersebut memicu perbincangan luas mengenai hubungan Ronaldo dengan tim nasional.
"Tugas selesai. Lanjut ke pertandingan berikutnya!" tulis Ronaldo di media sosial, disertai foto dirinya saat merayakan gol.
Ironisnya, Jesus merupakan sosok yang menangani Ronaldo di Al Nassr saat mereka meraih gelar juara Liga Arab Saudi musim lalu. Kedekatan itu membuat polemik di Portugal semakin pelik, terutama karena Ronaldo menegaskan awal pekan ini bahwa ia tetap bersedia membela negaranya. Meski demikian, belum diketahui apakah federasi Portugal akan menjatuhkan sanksi setelah ia meninggalkan pemusatan latihan.
Dari kacamata strategis, kejadian ini memperlihatkan bagaimana dinamika antara klub dan tim nasional bisa saling memengaruhi performa seorang pemain. Al Nassr diuntungkan karena Ronaldo tampil dengan motivasi tinggi, sementara Portugal menghadapi ketidakpastian jelang laga-laga berikutnya. Bagi publik Indonesia, drama Ronaldo ini menjadi cermin bahwa konflik internal di level tim nasional tidak hanya terjadi di sepak bola Eropa, tetapi juga bisa menjadi pelajaran bagi pengelolaan pemain di liga domestik.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah Ronaldo akan kembali memperkuat Portugal atau justru fokus penuh pada Al Nassr. Jika sanksi dijatuhkan, peta kekuatan Portugal di Nations League bisa berubah, sementara Al Nassr berpotensi semakin diuntungkan dengan kehadiran penuh sang bintang.



