Füllkrug Kembali Jadi Penyelamat Werder Bremen di Kandang Mantan Klub
Baca dalam 60 detik
- Niclas Füllkrug mencetak gol penyama kedudukan di masa injury time saat Werder Bremen menahan Borussia Dortmund, memperpanjang rekor golnya menjadi empat laga beruntun.
- Gol tersebut menjadi yang pertama bagi Füllkrug ke gawang Dortmund sejak meninggalkan klub pada 2024, sekaligus menegaskan ketajamannya di usia 33 tahun.
- Bremen kini telah bangkit dari ketertinggalan dalam tiga pertandingan terakhir dan mengoleksi lima poin dari posisi tertinggal, modal berharga menghadapi Paderborn.

Niclas Füllkrug membuktikan dirinya masih menjadi momok bagi mantan klubnya. Striker berusia 33 tahun itu mencetak gol penyama kedudukan di menit-menit akhir injury time saat Werder Bremen bertandang ke Borussia Dortmund, memaksa tuan rumah puas dengan hasil imbang dan memperpanjang tren positifnya di Bundesliga musim 2026/27.
Gol tersebut bukan sekadar penyelamat satu poin. Füllkrug kini telah mencetak gol dalam empat pertandingan Bundesliga berturut-turut untuk pertama kalinya sepanjang kariernya. Prestasi ini terakhir kali diraih pemain Werder Bremen pada Maret 2019 silam melalui Max Kruse. Bagi Füllkrug, momen itu terasa lebih istimewa karena ia mencetak gol pertamanya ke gawang Dortmund, klub yang ia bela selama satu musim pada 2023/24.
Kembali ke Westfalenstadion untuk pertama kalinya setelah hengkang, Füllkrug sempat menorehkan catatan 15 gol dari 43 penampilan bersama Dortmund, termasuk membawa Die Schwarzgelben melaju hingga final Liga Champions. Meski demikian, selebrasi golnya kali ini ia lakukan dengan penuh rasa hormat. "Saya tidak bisa menahan diri untuk merayakannya. Tapi ini gol untuk Werder, bukan melawan BVB," ujarnya usai pertandingan.
Gol ke gawang Dortmund juga menegaskan peran vital Füllkrug dalam skema Daniel Thioune. Dari enam pertandingan kompetitif musim ini, ia sudah mengoleksi lima gol, dengan empat di antaranya lahir dari set piece. Gol penyama kedudukan di Dortmund pun berawal dari skema serupa: sundulan Füllkrug menyambut umpan bebas Marco Grüll. "Saya benar-benar bebas, tidak ada yang menjagai saya. Untung semuanya berjalan lancar, tidak ada offside, dan gol itu sah," tambahnya.
Bagi Bremen secara keseluruhan, hasil ini memperlihatkan karakter tim yang pantang menyerah. Dalam tiga laga terakhir, mereka selalu tertinggal lebih dulu namun mampu bangkit dan mengamankan total lima poin. Pencapaian itu semakin berarti karena diraih di kandang Dortmund, tim yang sebelumnya belum tersentuh kekalahan di liga musim ini.
"Saya tidak bisa menahan diri untuk merayakannya. Tapi ini gol untuk Werder, bukan melawan BVB." — Niclas Füllkrug
Ketajaman Füllkrug di usia yang tidak lagi muda menjadi anomali tersendiri di Bundesliga. Alih-alih menurun, produktivitasnya justru meningkat. Ia kini menjadi tumpuan utama lini depan Bremen, terutama dalam situasi bola mati yang kerap menjadi senjata rahasia tim asuhan Thioune.
Menghadapi Paderborn di Weserstadion pada matchday keenam, Füllkrug berpeluang memperpanjang rekor golnya. Namun tantangan sesungguhnya bukan hanya soal mencetak gol, melainkan menjaga konsistensi Bremen agar tidak selalu berada dalam posisi tertinggal. Jika tren comeback terus berlanjut, bukan tidak mungkin Bremen melangkah lebih jauh dari ekspektasi awal musim.
Pertanyaannya, sampai kapan Füllkrug mampu menjaga ketajamannya di usia 33 tahun? Dan mampukah Bremen mengubah pola bangkit dari keterpurukan menjadi kemenangan sejak menit awal?



