Gol Tercepat dalam Sejarah Bundesliga, Augsburg Tahan Bayern 2-2
Baca dalam 60 detik
- Robin Fellhauer mencetak gol dalam hitungan detik untuk membawa Augsburg unggul cepat atas Bayern Munich.
- Bayern dua kali menyamakan kedudukan melalui Ismael Saibari dan Nathaniel Brown, tetapi gagal menang.
- Hasil imbang ini menghambat upaya Bayern menyalip Borussia Dortmund di puncak klasemen.

Bayern Munich gagal memanfaatkan peluang untuk mengkudeta Borussia Dortmund di puncak klasemen setelah ditahan Augsburg 2-2 dalam laga penuh drama di WWK Arena, Sabtu (28/9/2024). Tuan rumah mengejutkan publik dengan gol tercepat dalam sejarah Bundesliga: Robin Fellhauer mencetak gol dalam waktu kurang dari sembilan detik setelah kick-off.
Kekalahan Dortmund dari Werder Bremen pada Jumat malam seharusnya menjadi momentum bagi Bayern untuk mengambil alih posisi teratas. Pelatih Vincent Kompany hanya melakukan satu perubahan dari starting XI yang membantai Union Berlin sebelum jeda internasional, dengan Ismael Saibari menggantikan Jamal Musiala yang cedera saat memperkuat Jerman. Augsburg tampil dengan empat perubahan, termasuk debut Juma Bah dan start pertama Youngwoo Seol di Bundesliga.
Laga baru berjalan beberapa detik, Bayern menendang bola ke belakang kepada Manuel Neuer. Kiper veteran itu mencoba melakukan chip melewati Fellhauer yang menekan, namun bola justru direbut dan Fellhauer dengan tenang menyarangkan bola ke gawang kosong. Gol tersebut tercatat sebagai yang tercepat dalam sejarah Bundesliga, memecahkan rekor sebelumnya.
Setelah gol cepat itu, Bayern menguasai bola dan menciptakan peluang melalui Harry Kane dan Michael Olise. Namun, pertahanan Augsburg tampil disiplin. Bah bahkan nyaris menggandakan keunggulan dari jarak dekat setelah kemelut di depan gawang, sebelum Kane membentur mistar dari umpan Aleksandar Pavlović di akhir babak pertama. Augsburg tetap unggul 1-0 hingga turun minum.
Di babak kedua, Bayern meningkatkan intensitas. Usaha Luis Díaz sempat dianulir karena offside, tetapi Kane kemudian memberi umpan kepada Saibari untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-55. Augsburg merespons cepat: tembakan rendah Calvin Brackelmann ditepis Neuer, bola jatuh ke Rodrigo Ribeiro yang dengan mudah mencetak gol pada menit ke-64. Bayern kembali tertinggal.
Bayern terus menekan dan dua gol tambahan dianulir karena offside. Akhirnya, pada menit ke-80, Nathaniel Brown menyelesaikan umpan silang Kane dan Pavlović dari sisi kiri untuk membuat skor menjadi 2-2. Serge Gnabry kemudian membentur tiang, dan kiper Augsburg Finn Dahmen melakukan beberapa penyelamatan penting untuk menjaga hasil imbang.
"Kami kehilangan konsentrasi di awal dan harus membayar mahal. Namun, karakter tim patut diapresiasi karena mampu bangkit dua kali," ujar Harry Kane usai pertandingan.
Kane tampil impresif dengan dua assist, beberapa tembakan yang diselamatkan, dan satu tembakan membentur mistar. Penampilannya mengangkat Bayern dari keterpurukan, meski gagal membawa pulang tiga poin. Hasil ini membuat Bayern tertahan di posisi kedua, sementara Augsburg naik ke peringkat kesepuluh.
Bagi sepak bola Indonesia, laga ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya konsentrasi sejak awal pertandingan. Kesalahan kecil seperti yang dilakukan Neuer bisa berakibat fatal di level tertinggi. Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong diharapkan dapat memetik pelajaran bahwa disiplin dan fokus selama 90 menit adalah kunci untuk bersaing di kancah internasional.
Ke depan, Bayern harus segera bangkit jika ingin tetap bersaing merebut gelar. Mereka akan menghadapi lawan berat berikutnya, sementara Augsburg berusaha mempertahankan performa impresif. Akankah Bayern mampu mengatasi inkonsistensi dan kembali ke jalur kemenangan? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi tekanan semakin besar bagi Kompany untuk segera menemukan solusi.



