Hennes Behrens Tantang Bayern: Saya Tidak Takut, Justru Termotivasi Hadapi Olise
Baca dalam 60 detik
- Bek kiri Augsburg Hennes Behrens siap menghadapi Bayern Munich pada Matchday 5 Bundesliga, dengan fokus khusus mengawal Michael Olise.
- Behrens baru saja menjalani debut bersama timnas senior Jerman dan mengaku mendapat pelajaran berharga dari Jürgen Klopp.
- Pemain 21 tahun itu memprediksi Augsburg menang 2-1 dan yakin modal kemenangan atas Bayern musim lalu memberi kepercayaan diri.

Hennes Behrens, bek kiri Augsburg yang baru saja mencatatkan debut bersama tim nasional senior Jerman, menyatakan tidak gentar menghadapi Bayern Munich pada laga pekan kelima Bundesliga. Ia justru menantikan duel langsung melawan Michael Olise, winger Bayern yang sedang dalam performa terbaik.
Pertandingan yang akan digelar akhir pekan ini menjadi ujian sesungguhnya bagi Behrens. Pemain berusia 21 tahun itu pindah dari Heidenheim ke Augsburg pada bursa transfer musim panas lalu, dan langsung dipercaya mengisi posisi bek kiri di tim asuhan Manuel Baum. Kini ia berpeluang mengawal salah satu penyerang paling berbahaya di Eropa.
Behrens mengaku sudah pernah berhadapan dengan Olise saat masih memperkuat Heidenheim. Pengalaman itu memberinya gambaran jelas tentang kualitas pemain Prancis tersebut. "Saya sangat menantikannya. Bermain melawan dia tahun lalu sangat menyenangkan, meski terlihat jelas dia memang luar biasa," ujarnya. "Jadi bukan rasa takut atau menahan diri, melainkan lebih ke motivasi dan antusiasme untuk menghadapinya."
Kepercayaan diri Behrens bukan tanpa alasan. Musim lalu, Augsburg berhasil mengalahkan Bayern di Munich. Kemenangan itu masih membekas di ruang ganti dan menjadi modal psikologis menjelang pertemuan kali ini. "Kami tidak terlalu membicarakannya, tapi tentu itu memberi kepercayaan diri ketika semua orang tahu kami pernah mengalahkan Bayern," kata Behrens.
Meski demikian, Behrens menyadari bahwa pertandingan nanti akan berjalan berbeda. Bayern yang dihuni pemain-pemain kelas dunia selalu menjadi lawan yang sulit, terlebih ketika bermain di Allianz Arena. Namun ia menegaskan bahwa Augsburg tidak akan mengubah pendekatan. Tim asuhan Manuel Baum dikenal sebagai tim yang kompak, disiplin bertahan, dan berani menyerang.
"Kami tim yang erat. Semua pemain akrab satu sama lain dan membawa semangat itu ke lapangan. Kami bertahan bersama dan menikmati permainan saat menguasai bola," ujar Behrens.
Behrens juga mengungkapkan pengalamannya bergabung dengan tim nasional Jerman. Debutnya berjalan cepat, tanpa waktu cukup untuk merasa gugup. Ia hanya diberi instruksi singkat untuk memberikan tekanan dan energi saat masuk sebagai pemain pengganti. "Saya menikmatinya dan itu membuat saya ingin lebih," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Behrens juga berbicara tentang Jürgen Klopp, pelatih timnas Jerman yang dikenal memiliki pendekatan personal kuat. Menurut Behrens, Klopp adalah sosok yang membangun hubungan dengan semua orang, tanpa memandang status pemain. "Dia benar-benar membangun hubungan dengan semua orang, sehingga Anda percaya padanya sepenuhnya. Sosoknya sangat istimewa," ucap Behrens.
Menariknya, Behrens baru mengetahui bahwa Klopp pernah menjadi kiper. Awalnya ia tidak percaya karena postur Klopp tidak seperti kiper pada umumnya. Namun baginya, latar belakang sebagai pemain sepak bola membuat Klopp memiliki pandangan yang berbeda dan membantu para pemain.
Di luar lapangan, Behrens mengaku hidupnya berpusat pada sepak bola. Waktu luangnya diisi dengan berkumpul bersama rekan setim, ngopi, dan bermain kartu. Tidak ada hobi khusus selain sepak bola. Ia juga menyebut keluarganya sangat sportif. Sang ibu pernah menjadi atlet profesional, sementara saudara perempuannya merupakan juara dunia junior triatlon. "Kami tumbuh dengan itu, sehingga menjadi hal biasa untuk memberikan segalanya, di bidang apa pun," katanya.
Dengan modal kepercayaan diri dan pengalaman baru bersama timnas, Behrens siap menghadapi Bayern. Pertanyaannya, mampukah ia meredam Olise dan membantu Augsburg mengulang kejutan musim lalu? Jawabannya akan terlihat di lapangan.



